Generasi.co, Toraja Utara – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong para pengrajin tenun Tana Toraja dihimpun dalam koperasi agar usaha mereka dapat berkembang, memiliki akses pasar lebih luas, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Ferry mengatakan pengrajin tenun perlu memiliki wadah usaha bersama agar potensi produk mereka tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurut dia, koperasi dapat membantu pengrajin memperbesar skala usaha dan memperkuat pemasaran.
“Para pengrajin tenun perlu dihimpun dalam koperasi pengrajin tenun, sehingga koperasinya dapat kita bantu untuk naik kelas, memperbesar skala usaha, memperkuat pemasaran, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi para anggotanya,” kata Ferry melalui akun Instagram-nya.
Ferry juga mendorong pembentukan Koperasi Pengrajin Tenun Tana Toraja. Ia menilai koperasi dapat menghimpun kekuatan para pengrajin dan mengembangkan potensi tenun Tana Toraja secara lebih kuat.
“Tenun Tana Toraja memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Karena itu, para pengrajin perlu dihimpun dalam Koperasi Pengrajin Tenun Tana Toraja,” ujarnya.
Menurut Ferry, koperasi tidak semestinya hanya menjalankan kegiatan simpan pinjam. Koperasi juga harus membantu anggota meningkatkan produktivitas usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan.
“Koperasi tidak boleh hanya berfokus pada simpan pinjam, tetapi juga harus mampu membantu anggota meningkatkan produktivitas usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Ferry juga mengusulkan pembentukan Koperasi Kopi Tana Toraja untuk mengorganisir para petani kopi. Ia menyebut pengembangan kopi dan tenun Tana Toraja dapat dilakukan bersama melalui koperasi.
Ia berharap hasil tenun dan kopi Tana Toraja pada penyelenggaraan acara berikutnya dapat semakin baik, modern, dan dikenal lebih luas, baik di Sulawesi, Indonesia, maupun luar negeri.
Ferry menyampaikan hal tersebut setelah melakukan kunjungan kerja ke KSP Balo’ta sekaligus melihat langsung peternakan kerbau atau Tedong di Kande Api, Toraja Utara, pada 30 Agustus.
Ferry menilai KSP Balo’ta menjadi salah satu contoh koperasi yang terus berkembang dan berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia menyatakan dukungan terhadap perkembangan koperasi tersebut agar manfaatnya semakin besar bagi anggota dan masyarakat.
“Kita harus kembali kepada nilai-nilai dasar koperasi: kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong,” ujar Ferry.
Ferry mengatakan keberadaan KSP Balo’ta dan koperasi simpan pinjam lainnya yang berhasil menunjukkan nilai-nilai tersebut tetap relevan dan sejalan dengan cita-cita para pendiri Republik Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Ferry didampingi Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanaan, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Kadis Koperasi Kabupaten Toraja Utara Amos Arman Patola, Kadishub Kabupaten Tana Toraja Erick Kristal Rantealo, serta Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga dan jajarannya.










