BRI Kucurkan KUR Perumahan Rp880 Miliar, Dukung Akad Massal 62.000 Rumah

BRI/Ist.

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar kepada sekitar 7.100 debitur dalam rangkaian akad massal pembiayaan rumah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari dukungan BRI terhadap program perumahan pemerintah sekaligus penguatan ekosistem pembiayaan sektor perumahan.

“Insyaallah kita akan menyalurkan sebesar Rp880 miliar, total 7.100 penerima, di kredit program perumahan (KPP) ini,” kata Aris usai rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Menara BRI, Senin (27/7).

Menurut Aris, KUR Perumahan tidak hanya mendukung sisi penyediaan rumah, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat melalui pembiayaan dengan bunga yang terjangkau.

“Dan ini juga men-support ekosistem perumahan karena tidak hanya dari sisi supply, tapi juga dari sisi demand. Jadi intinya kita men-support program pemerintah ini untuk bisa mendapatkan perumahan yang lebih baik, dan lebih penting lagi adalah lepas dari rentenir,” ujarnya.

Aris juga mengungkapkan hingga 26 Juli 2026 BRI telah menyalurkan KUR Perumahan sebesar Rp10,9 triliun dari target Rp12 triliun yang diberikan pemerintah.

“Jadi dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai, ya, mudah-mudahan di tahun ini,” katanya.

Ia optimistis target tersebut tercapai karena didukung jaringan BRI yang luas, jumlah nasabah yang besar, serta pengalaman perseroan dalam melayani segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan akad massal di Batang menjadi kegiatan ketiga yang digelar pemerintah setelah akad massal 26.000 rumah subsidi di Bogor pada September 2025 dan 50.030 rumah subsidi di Serang melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada kegiatan di Batang, pemerintah menargetkan sebanyak 62.000 unit rumah akan menjalani akad pembiayaan.

Maruarar menyebut penyelenggaraan kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perbankan, pengembang, pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

“Terima kasih kepada seluruh ekosistem, BP Tapera, SMF, perbankan, developer, pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan BPS yang telah membantu sehingga acara ketiga ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Ia juga menilai penyerapan KUR Perumahan yang digagas Presiden Prabowo Subianto berjalan tinggi sehingga pemerintah meningkatkan kuotanya dari sekitar Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

“Serapannya sangat tinggi. Bahkan lebih dari 50 persen penyalurannya dilakukan oleh bank BRI. Karena itu kami membangun kolaborasi antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BRI,” kata Maruarar.