Generasi.co, JAKARTA – Group CEO BRI Hery Gunardi menilai integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro (UMi) selama lima tahun telah memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.
Menurut Hery, integrasi tiga entitas tersebut memungkinkan masing-masing perusahaan mengoptimalkan keunggulannya untuk menjangkau segmen ultra mikro. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sedangkan PNM memiliki kekuatan dalam pemberdayaan dan pendampingan kelompok usaha ultra mikro.
“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Sinergi tersebut juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas. Hery mengatakan capaian itu menjadi bagian penting dalam perjalanan nasabah untuk memperoleh akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.
Menurut dia, keberhasilan Holding UMi tidak cukup diukur dari jumlah masyarakat yang memperoleh pembiayaan. Perubahan kondisi ekonomi nasabah menjadi salah satu ukuran utama keberhasilan ekosistem tersebut.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan,” kata Hery.
Untuk memperkuat jangkauan layanan, Holding UMi memiliki lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM di seluruh Indonesia hingga triwulan II 2026.
Ekosistem tersebut juga didukung lebih dari 74 ribu tenaga pemasar. Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi keuangan serta mendampingi pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis.
Memasuki tahun kelima, Holding UMi juga memperluas ekosistem emas melalui Pegadaian. Hingga Agustus 2026, volume ekosistem emas dalam Holding UMi mencapai sekitar 153 ton.
Ekosistem emas itu mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi digital, hingga bullion services.
Hery mengatakan lima tahun pertama Holding UMi menjadi fondasi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Fokusnya diarahkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.
“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan,” pungkas Hery.










