Generasi.co, BANDAR LAMPUNG – Selama sekitar 14 tahun menjadi Mantri BRI, Dewi Natalia konsisten mendampingi pelaku usaha mikro sekaligus membantu mereka memperoleh akses pembiayaan formal. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika membantu pedagang pasar tradisional beralih dari rentenir ke layanan perbankan.
Dewi saat ini bertugas di BRI Unit Natar, Kantor Cabang Teluk Betung, Kantor Wilayah Bandar Lampung. Ia mengelola 380 debitur mikro aktif yang terus didampinginya.
Perjalanan Dewi bersama BRI dimulai pada Februari 2011 ketika ia diterima sebagai Customer Service (CS). Setahun kemudian, ia mendaftar sebagai Mantri setelah terdorong keinginan untuk memberikan dampak lebih besar kepada masyarakat.
“Saya bisa bilang bahwa perjalanan yang saya tempuh tidak mudah ya, termasuk harus mengikuti seleksi ketat di Palembang hingga dua kali percobaan. Akan tetapi, akhirnya saya berhasil membuktikan komitmen saya,” kenang Dewi.
Tugas pertamanya sebagai Mantri dijalani di BRI Unit Sendang Agung, Lampung Tengah, yang ketika itu merupakan kantor unit baru. Dewi harus membangun basis nasabah dengan mendatangi masyarakat dari pintu ke pintu.
Dalam proses tersebut, ia menemukan banyak pedagang pasar tradisional yang belum akrab dengan layanan perbankan formal dan masih bergantung pada rentenir dengan bunga tinggi.
Dewi kemudian memberikan edukasi keuangan secara langsung kepada para pedagang dan memperkenalkan pembiayaan mikro BRI sebagai alternatif yang aman, transparan, dan terjangkau.
“Saya masuk mengedukasi pedagang-pedagang pasar. Kita kasih pinjaman sehingga mereka terlepas dari rentenir itu. Bagi saya pribadi, ada rasa bangga yang luar biasa ketika melihat mereka yang awalnya kesulitan, kini bisa mandiri berkat akses perbankan yang layak,” kata Dewi.
Upaya tersebut sempat memicu kemarahan rentenir lokal dan menimbulkan situasi “perang dingin” di area pasar. Salah seorang rentenir bahkan sempat membujuk Dewi untuk melakukan kerja sama tidak resmi.
Dewi menolak tawaran tersebut demi melindungi kepentingan nasabah dan nama baik BRI.
“Bagi saya, bekerja sebagai Mantri BRI bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan jiwa yang telah menjadi bagian dari diri saya. BRI sudah menjadi darah daging bagi saya selama hampir 15 tahun ini,” ujarnya.
Menurut Dewi, rasa syukur dan fokus memberikan yang terbaik bagi keluarga serta kemajuan nasabah menjadi kunci bertahan menjalani pekerjaan tersebut selama belasan tahun.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan penguatan peran Mantri menjadi bagian dari upaya BRI menjaga kedekatan dengan segmen mikro dan UMKM.
“Mantri menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam menjangkau pelaku usaha secara langsung. Kehadiran mereka membantu BRI memahami kebutuhan nasabah dengan lebih dekat sekaligus memastikan akses pembiayaan dan layanan keuangan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat,” ujar Dhanny.










