Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra sebagai ajang pembuktian keberpihakan konkret terhadap produk petani lokal.
Dalam perayaan yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (9/2), Sudaryono menekankan bahwa usia 18 tahun adalah fase kematangan bagi partai berlambang kepala garuda tersebut. Menurutnya, fokus utama partai saat ini adalah memastikan setiap warga negara terpenuhi kebutuhan dasarnya tanpa rasa waswas.
Aksi nyata tersebut ditunjukkan Sudaryono saat mengunjungi stan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Tanpa ragu, ia memborong 100 bungkus beras hasil panen petani yang dipamerkan di lokasi.
“Tanpa pikir panjang, borong 100 bungkus untuk dibawa pulang. Inilah gaya kami di partai ini, tidak perlu banyak teori atau pidato panjang, kalau ada produk bagus milik warga, ya harus dibela dan dibeli,” tegas Sudaryono.
Pesan Prabowo: Tetap Membumi
Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah ini kembali mengingatkan instruksi Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto. Prabowo, kata Sudaryono, selalu mewanti-wanti kader agar tidak terjebak dalam menara gading kebijakan.
“Meski di kantor bicaranya soal kebijakan besar tingkat nasional, pas turun ke lapangan, kami harus paham betul urusan harga beras dan kebutuhan pokok di pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerja memastikan kemandirian pangan adalah upaya yang berkelanjutan (continuous), bukan sekadar seremonial belaka. Tujuannya jelas: akses pangan sehat dan terjangkau bagi seluruh rakyat.
Hadapi Tantangan Pangan dan Energi
Menatap masa depan, Sudaryono mengakui bahwa tantangan global terkait krisis energi dan pangan akan semakin kompleks. Namun, ia optimistis soliditas partai akan menjadi benteng pertahanan ekonomi warga.
“Gerindra akan terus ada di posisi paling depan buat jagain warga dan ekonomi keluarga tetap stabil. Kita melangkah bareng untuk pastikan Indonesia berdikari,” pungkasnya.










