Generasi.co, GREENSBORO – Tim nasional Norwegia membantah klaim yang beredar di media sosial bahwa mereka membawa persediaan makanan dari negaranya ke Piala Dunia 2026 karena tidak percaya terhadap kualitas pangan di Amerika Serikat.
Tim berjuluk The Lions itu memang mengirim sejumlah bahan makanan dari Norwegia ke markas mereka di Greensboro, North Carolina, selama turnamen berlangsung. Namun, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi pola makan pemain dan memberikan cita rasa yang familiar bagi skuad.
“Konsistensi sangat penting bagi atlet yang berkompetisi di level tertinggi. Para pemain sudah terbiasa dengan produk dan cita rasa tertentu, dan makanan yang familiar dapat mendukung nutrisi serta kesejahteraan mereka selama kompetisi yang berat,” kata kepala koki tim Norwegia, Aron Espeland.
Espeland menegaskan pengalaman timnya selama berada di Amerika Serikat berjalan sangat baik. Menurut dia, tim memperoleh akses terhadap bahan-bahan lokal berkualitas tinggi dan mengombinasikannya dengan sejumlah produk khas Norwegia.
“Secara keseluruhan, pengalaman memasak untuk tim di AS sangat baik. Kami mendapatkan bahan lokal berkualitas tinggi dan menggabungkannya dengan beberapa produk Norwegia untuk menciptakan kesinambungan dan rasa seperti di rumah bagi para pemain,” ujarnya.
Klaim yang ramai di media sosial menyebut Norwegia membawa sekitar 1.000 kilogram makanan dari negaranya ke Piala Dunia 2026. Namun, Espeland menyebut jumlah tersebut tidak benar.
Ia menjelaskan, total bahan makanan yang dibawa hanya sekitar 580 kilogram, terdiri atas 300 kilogram salmon dan trout Norwegia, 100 kilogram ikan halibut, 80 kilogram keju cokelat khas Norwegia, serta 100 kilogram keju Jarlsberg.
Espeland juga membantah kabar yang menyebut timnya membawa jeruk dari Norwegia. Menurut dia, jus jeruk segar yang dikonsumsi pemain setiap pagi dibuat dari buah yang dibeli di Amerika Serikat.
Praktik membawa bahan makanan sendiri bukan hal baru di dunia sepak bola internasional. Beberapa tim peserta Piala Dunia sebelumnya juga melakukan hal serupa.
Argentina dan Uruguay, misalnya, membawa ribuan kilogram daging ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara tim nasional Amerika Serikat pernah membawa oatmeal, sereal, selai kacang, dan saus steak saat tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil.
Pakar nutrisi dari Georgia State University, Rafaela G. Feresin, mengatakan praktik tersebut lebih berkaitan dengan kebutuhan performa atlet dibandingkan ketidakpercayaan terhadap sistem pangan negara tuan rumah.
“Menafsirkan praktik ini sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap sistem pangan negara tuan rumah merupakan kesalahpahaman. Membawa koki dan bahan makanan yang sudah dikenal adalah bagian dari strategi nutrisi berbasis performa,” kata Feresin.
Senada, ahli gizi olahraga Amy Goodson menilai membawa bahan makanan sendiri ke kompetisi internasional bertujuan menjaga kontrol, konsistensi, dan performa atlet.
“Pada level Piala Dunia, nutrisi merupakan variabel yang memengaruhi performa. Apa yang dimakan atlet berdampak langsung pada energi, pemulihan, daya tahan tubuh, hingga pengambilan keputusan di lapangan,” ujarnya.










