Pascagempa Flores, BRI Peduli dan Danantara Salurkan Logistik ke Pengungsi

Gempa NTT/X

Generasi.co, Nagekeo – Sejumlah warga masih bertahan di posko pengungsian setelah gempa bumi mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Trauma akibat gempa membuat sebagian warga belum berani kembali ke rumah meski kondisi berangsur membaik.

Salah satu warga yang masih mengungsi adalah San bersama keluarga besarnya. Puluhan keluarga memilih bertahan di posko karena masih diliputi kekhawatiran terhadap keselamatan mereka jika kembali ke rumah.

“Untuk saat ini kami mengungsi di sini bukan karena apa tapi karena ketakutan terlalu berlebihan, orang tua-orang tuanya takut toh karena posisi tanggal hari Sabtu itu waktu kejadian tanggal 15 itu tuh banyak yang hampir kena tindih batu, makanya trauma sekali makanya ambil keputusan untuk mengungsi di maluruma di sini di tempat di sini di base camp di sini,” ucap San, pengungsi gempa NTT.

Menurut San, berkumpul di posko menjadi cara warga saling menjaga, terutama karena orang tua dan anak-anak masih merasa khawatir untuk kembali ke rumah.

Di tengah kondisi tersebut, BRI Peduli bersama Danantara menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang masih berada di sejumlah posko pengungsian di Nagekeo. Bantuan meliputi sembako, makanan dan minuman, obat-obatan, pampers, mainan anak, serta kebutuhan khusus bagi lansia dan anak-anak.

Tim logistik BRI Peduli terlebih dahulu memetakan kebutuhan warga di lapangan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi para pengungsi.

“Kami ditugasi oleh Kantor Pusat untuk melakukan distribusi dan membantu saudara-saudara kita di NTT, khususnya kami di sini bertugas di wilayah Nagekeo, tapi jangkauan kami sampai ke Kabupaten Ngada dan terus ke bawah ke arah Ende, yang mana terutama untuk teman-teman yang terkena bencana dan yang prioritas yang mengalami rusak berat dan korban tsunami, seperti inilah teman-teman lihat di belakang kami ini,” kata Petugas Logistik BRI Peduli, Zul, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Minggu, 30 Agustus 2026.

Zul mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di wilayah terdampak. Selain kebutuhan pokok, bantuan juga mencakup perlengkapan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Bantuan tersebut kemudian diterima warga yang masih bertahan di sejumlah posko. Bagi mereka, logistik membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama belum berani kembali ke rumah.

Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan logistik. Warga juga masih membutuhkan waktu untuk memulihkan rasa aman setelah mengalami gempa.