Kebakaran Gunung Ciremai, Dedi Mulyadi Pimpin Pemadaman

Generasi.co, Kuningan – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertolak menuju kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) untuk memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Resor Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Rabu (21/10/2026) malam. Hingga malam hari, tim gabungan masih berupaya memadamkan api yang membakar rumput kering dan pepohonan.

Dedi meminta masyarakat mendoakan agar kebakaran segera terkendali. Ia mengingatkan api harus segera dipadamkan untuk mencegah kebakaran meluas ke area hutan lainnya.

“Saat ini saya perjalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan seluruh warganet agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dan saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api,” ujar Dedi.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC Eska Nata Suryana mengatakan titik api terdeteksi pada pukul 20.44 WIB berdasarkan pemantauan petugas. Kebakaran teridentifikasi berada di Grid 15 M, koordinat -6.847357, 108.432047, Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.

“Hasil pantauan patroli udara, api terdeteksi masih menyala di lokasi,” kata Eska.

Informasi mengenai lokasi kebakaran juga disampaikan Ilham, warga Desa Linggajati yang merupakan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Menurut dia, titik kebakaran berada di kawasan TNGC wilayah Pasawahan yang berbatasan dengan Desa Seda, Kecamatan Mandirancan.

“Betul itu masuknya lewat Desa Seda Kecamatan Mandirancan dengan titik kebakaran di Pasawahan. Jadi yang turun itu MPA yang ada di Mandirancan dan Pasawahan,” ujar Ilham.

Pemadaman dilakukan oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC dengan bantuan anggota MPA dan masyarakat setempat. Luas area yang terbakar belum dapat dipastikan karena proses pemadaman masih berlangsung.

Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar ilalang atau vegetasi lain untuk kepentingan pertanian, terutama ketika cuaca panas dan hujan belum turun secara merata.

“Jangan melakukan pembakaran-pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian dan sejenisnya di tengah-tengah udara lagi terik dan hujan masih belum turun secara merata,” kata Dedi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran maupun tingkat kerusakan vegetasi di kawasan Gunung Ciremai.