Kebakaran Gunung Ciremai Sulit Dipadamkan, Air Terbatas dan Angin Kencang

Kebakaran Gunung Ciremai Sulit Dipadamkan, Air Terbatas dan Angin Kencang/X

Generasi.co, KUNINGAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, semakin meluas karena keterbatasan sumber air, angin kencang, dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Hingga Kamis (22/10/2026) pagi, api masih belum berhasil dipadamkan dan telah merambat ke Blok Yanggo, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.

Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Asep, mengatakan api mulai merambat ke arah barat sejak sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, kebakaran terdeteksi di area perbatasan hutan Desa Seda.

“Sekarang api belum tertangani masih besar menuju sebelah Barat ke area atas, di situ kan ada zona rimba. Pertama titiknya itu katanya di Seda, sekarang sudah di Blok Yanggo Desa Cibuntu dari jam 4 pagi itu,” tutur Asep, Kamis (22/10/2026).

Menurut Asep, tidak tersedianya embung penampung air di sekitar lokasi dan jauhnya sumber mata air menyulitkan upaya pemadaman. Kondisi tersebut diperparah angin kencang serta medan terjal yang hanya bisa dilalui melalui jalan setapak sehingga kendaraan tidak dapat menjangkau titik kebakaran.

“Angin ya, karena angin kan sangat lumayan besar. Dan kebetulan juga titik-titik airnya kan tidak tersedia. Tidak ada embung, akses mata air juga jauh. Akses ke lokasi juga terjal, karena itu kan jalan setapak, nggak bisa dilewati kendaraan. Ditambah kondisi semalam kan gelap juga,” kata Asep.

Keterbatasan sarana membuat relawan mengandalkan pemadaman manual menggunakan ranting pohon untuk memukul api. Mereka juga membuat sekat bakar guna mencegah api merambat ke area lain. Sementara itu, penggunaan alat penyemprot air atau jet shooter terkendala kapasitas yang terbatas.

Asep menyebut puluhan anggota MPA dari enam desa telah dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran. Namun, hingga Kamis pagi, api masih membakar kawasan hutan dan luas area terdampak belum diketahui.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, mengatakan kebakaran masih berlangsung hingga pukul 07.15 WIB. Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC, Balai Brigdalkarhutla Jabalnusra, MPA, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, mitra wisata TNGC, dan masyarakat setempat masih berupaya memadamkan api.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Asep menduga api mungkin sengaja dinyalakan karena kebakaran terjadi pada malam hari dan berada di kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang biasa digarap kelompok tani hutan. Namun, dugaan tersebut belum dipastikan.

“Tadinya ketika kelompok tani hutan turun jam 5 (sore) tuh belum ada katanya. Belum ada api. Diduga seperti itu karena ini dekat-dekat HHBK kan, hasil hutan bukan kayu kebanyakan yang biasa digarap oleh kelompok tani hutan. Sepertinya ada yang memang sengaja membakar ini, nggak ngerti. Kita lagi menduga-duga ini untuk apa gitu membakar hutan,” ujar Asep.

TNGC mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan.