Terinspirasi Keluarga Lamine Yamal, HNW Semangati Warga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan untuk Sukses

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, memberikan semangat kepada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan agar terus meningkatkan kapasitas diri, mengikuti program pemberdayaan, dan mampu graduasi menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera/MPR RI

Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tidak bergantung pada bantuan sosial dan segera mencapai graduasi melalui peningkatan kesejahteraan keluarga.

Menurut Hidayat, penerima PKH harus tetap optimistis menghadapi keterbatasan ekonomi dan memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang disediakan Kementerian Sosial (Kemensos) agar mampu mandiri.

“Kisah keluarga Lamine dan Nico mengajarkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah. Justru para orang tua yang saat ini menghadapi keterbatasan ekonomi harus berupaya semaksimal mungkin agar anaknya keluar dari kondisi tersebut, dengan meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup mereka, yang dalam konteks PKH disebut sebagai Graduasi. Kesuksesan tersebut pasti berdampak lintas generasi,” kata Hidayat saat melakukan Supervisi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7).

Ia mencontohkan perjalanan pesepak bola muda Spanyol, Lamine Yamal dan Nico Williams, yang berasal dari keluarga imigran dengan kondisi ekonomi terbatas. Menurutnya, optimisme dan kerja keras orang tua keduanya mampu mengubah kondisi ekonomi keluarga hingga berdampak pada generasi berikutnya.

Hidayat menjelaskan Program Keluarga Harapan merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 34 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 yang mewajibkan negara mengembangkan sistem jaminan sosial serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu.

Karena itu, meski negara menghadapi beban utang yang hampir mencapai Rp10.000 triliun, program tersebut tetap diprioritaskan.

“Maka sudah sangat seharusnya jika amanah ini dijaga dan disukseskan oleh para KPM PKH, salah satunya dengan aktif mengikuti P2K2 agar kapasitas keluarga terus meningkat, keterampilan meninggi, dan memiliki mindset positif dan produktif tentang tantangan kehidupan yang lagi dijalani. Apalagi Mensos juga sudah mengingatkan bahwa santunan ini sementara saja sementara berdaya itu selamanya,” ujarnya.

Politikus PKS dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta II itu juga mengingatkan penerima PKH dapat memanfaatkan berbagai program lanjutan, seperti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dengan bantuan modal usaha hingga Rp5 juta, KIP Kuliah bagi lulusan SMA, serta Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah.

Selain itu, Hidayat mengapresiasi para pendamping PKH yang dinilainya menjadi ujung tombak dalam penyaluran bantuan sosial sekaligus pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.

“Kami di Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal agar program-program perlindungan sosial bisa terus berkelanjutan dan tepat sasaran, serta mampu melahirkan keluarga yang mengatasi masalah ekonomi dan sosialnya, menjadi mandiri dan sejahtera,” kata Hidayat.

Kegiatan supervisi P2K2 tersebut turut dihadiri Wakil Camat Menteng Fajar Suherman Putra, Lurah Gondangdia Gabriel Mahardhika, Kasatpel Sosial Menteng Dewi Indriana, Katim Pendamping PKH DKI Jakarta Andi Mawardi, serta Katim Pendamping PKH Kota Jakarta Pusat Fadli.