Pasca-Lebaran 2025, pembelian emas Antam melonjak drastis. Antrean panjang di butik Logam Mulia terjadi karena lonjakan permintaan dan prediksi kenaikan harga hingga Rp2 juta per gram.
Generasi.co, Jakarta – Pasca-libur Lebaran 2025, antusiasme masyarakat terhadap emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan signifikan.
Butik-butik Logam Mulia (LM) ramai diserbu pembeli, salah satunya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, yang nyaris tidak berhenti dipadati antrean pemburu logam mulia.
Fenomena ini tidak lepas dari spekulasi yang beredar bahwa harga emas Antam akan segera menembus angka Rp2 juta per gram, sehingga masyarakat berbondong-bondong ingin membeli sebelum harga semakin melonjak.
Kondisi ini dialami langsung oleh Maya, seorang pengunjung butik emas Antam di Pulogadung, Kamis (10/4/2025).
Ia mengaku sudah dua hari berturut-turut mencoba membeli emas, namun selalu kehabisan stok.
Usahanya dimulai dari Butik Antam Setiabudi One, lanjut ke TB Simatupang, dan terakhir mencoba di Pulogadung.
“Selama ini beli di Setiabudi One, kemarin coba ke Simatupang. Memang kita datangnya sudah agak siang, habis juga sudah nggak ada.”
“Jadi hari ini kita datang ke sini siapa tahu dapat. Tadi saja kita ke sini jam 8 lewat, dapat antrean 200, itu terakhir,” kata Maya.
Ia menuturkan bahwa niat membeli emas didasari oleh prediksi harga yang bakal terus naik.
Harga saat ini yang sudah berada di kisaran Rp1,8 juta per gram, menurutnya sudah mengkhawatirkan karena sebelumnya sempat berada di angka Rp1,7 jutaan.
Berburu Emas Sejak Subuh, Antrean Seperti Tiket Konser
Cerita serupa juga datang dari Jovan, yang sudah mencoba mengantre sejak pukul 05.00 WIB pada Rabu (9/4/2025) lalu.
Namun, ia mengaku kalah cepat dengan antrean pertama yang mulai berdatangan sejak pukul 03.00 WIB.
“Kemarin nggak kebagian sih saya. Padahal sudah datang dari jam 5 subuh. Ternyata yang antrean pertama datang jam 3 subuh ke sini. Sudah kayak nyari tiket konser,” ungkapnya.
Jovan mengakui bahwa emas kini menjadi pilihan utamanya dalam menyimpan kekayaan.
Ia merasa lebih aman menyimpan uang dalam bentuk emas daripada hanya disimpan di bank.
Dengan kondisi ekonomi global yang fluktuatif, emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang kuat.
“Saya agak nyesal juga sih baru beli sekarang. Dulu pernah beli 2022, dua gram, masih ada sampai sekarang. Waktu itu masih Rp1 jutaan. Sekarang? Sudah jauh banget,” ujarnya.
Mengapa Harga Emas Terus Merangkak Naik?
Beberapa faktor turut mendorong harga emas global, termasuk ketegangan geopolitik, inflasi, dan kekhawatiran akan resesi ekonomi.
Semua ini mendorong investor, baik besar maupun individu untuk mencari aset aman seperti emas.
Di Indonesia, emas batangan Antam menjadi pilihan favorit karena terjamin kualitas dan keasliannya, serta mudah dijual kembali.
Prediksi analis menyebut bahwa harga emas bisa menembus Rp2 juta per gram dalam waktu dekat, mengingat lonjakan permintaan dan kondisi pasar global yang belum stabil.
Efek Stok Habis: Apa Langkah Selanjutnya?
Dengan tingginya permintaan, stok emas di butik Antam cepat habis. Konsumen disarankan untuk:
- Datang lebih pagi ke butik jika ingin membeli langsung.
- Memanfaatkan pembelian online melalui situs resmi logammulia.com.
- Memantau harga emas harian, agar bisa membeli di waktu terbaik.
- Menghindari calo atau pihak tidak resmi dalam pembelian.
Fenomena Investasi Emas Pasca-Lebaran
Biasanya setelah Lebaran, masyarakat lebih fokus ke konsumsi. Namun tahun ini menunjukkan tren berbeda: banyak orang beralih ke investasi emas.
Ini menandakan peningkatan literasi finansial dan kesadaran akan pentingnya aset riil di tengah gejolak ekonomi global.
Tren ini bisa berlanjut, apalagi jika harga emas global terus mencetak rekor baru. Pemerintah dan pelaku industri pun perlu mengantisipasi agar tidak terjadi kepanikan pembelian dan kelangkaan pasokan di pasar ritel.
(BAS/Red)










