Ini Cara Tidur Nyenyak dan Berkualitas Setiap Malam, Rekomendasi Ahli Kesehatan

Ilustrasi Tidur/Unsplash

Kualitas tidur masyarakat Indonesia disebut semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir. Data Kementerian Kesehatan dan berbagai survei kesehatan menunjukkan lebih dari 40 persen orang dewasa mengalami gangguan tidur, mulai dari sulit tidur, sering terbangun, hingga tidur yang tidak nyenyak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan metabolik, hingga penurunan konsentrasi.

Untuk mengatasinya, pakar kesehatan merekomendasikan sejumlah langkah sederhana yang terbukti secara ilmiah meningkatkan kualitas tidur.

Atur Jadwal Tidur yang Konsisten

Pakar tidur dari National Sleep Foundation (NSF) menyarankan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ritme yang konsisten membantu tubuh mengatur hormon tidur seperti melatonin.

Batasi Paparan Cahaya Biru Sebelum Tidur

Paparan cahaya gawai terbukti menekan produksi melatonin. Dokter menganjurkan berhenti menggunakan ponsel dan laptop setidaknya 60 menit sebelum tidur.

Ciptakan Suasana Kamar yang Nyaman

Penelitian menunjukkan kamar dengan suhu 18–22°C, pencahayaan redup, dan lingkungan tenang membuat tidur lebih dalam. Kasur dan bantal yang mendukung postur tubuh juga sangat berpengaruh.

Hindari Kafein dan Makanan Berat pada Malam Hari

Konsumsi kafein setelah pukul 14.00 dapat mengganggu siklus tidur. Begitu pula makanan berat yang memaksa tubuh bekerja keras mencerna sehingga membuat tidur tidak nyenyak.

Lakukan Relaksasi Sebelum Tidur

Latihan pernapasan, stretching ringan, membaca buku fisik, atau mandi air hangat dapat membantu menurunkan aktivitas saraf dan membuat tubuh lebih rileks.

Batasi Tidur Siang Terlalu Lama

Tidur siang ideal hanya 20–30 menit. Lebih dari itu berisiko mengganggu ritme tidur malam.

Rutin Berolahraga, Tapi Tidak Mendekati Jam Tidur

Olahraga ringan hingga sedang meningkatkan kualitas tidur, namun olahraga intens dalam 2–3 jam sebelum tidur justru membuat tubuh tetap terjaga.

Kelola Stres dan Kecemasan

Stres kronis menjadi penyebab utama insomnia. Terapi sederhana seperti journaling, teknik grounding, atau meditasi mindfulness terbukti membantu memperbaiki kualitas tidur.

Hindari Alkohol untuk “Membantu Tidur”

Meski tampak membuat mengantuk, alkohol menurunkan kualitas tidur REM sehingga menyebabkan seseorang sering terbangun dan merasa lelah keesokan harinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Ahli mengingatkan agar masyarakat mencari bantuan medis bila mengalami:

  • sulit tidur lebih dari tiga minggu,
  • mendengkur keras atau sering terbangun napas tersedak,
  • tidur tetapi tetap lelah berlebihan pada siang hari.

Gangguan seperti sleep apnea, restless legs syndrome, hingga insomnia kronis membutuhkan terapi profesional.