BEIJING – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani melakukan kunjungan balasan ke Beijing untuk memenuhi undangan Ketua Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC), Yang Mulia Wang Huning. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung hangat dan produktif, membahas penguatan kemitraan strategis hingga sejarah panjang hubungan kedua bangsa.
Dalam keterangannya usai pertemuan, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang berlangsung di Jakarta pada Desember lalu.
“Hari ini kami bertemu dengan Ketua CPPCC Bapak Wang Huning. Pembicaraan berlangsung sangat akrab, santai, namun serius dan penuh makna. Kami menyepakati sejumlah poin penting untuk mempererat hubungan Indonesia dan Tiongkok,” ujar Muzani di Beijing.
Terdapat empat poin utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut, antara lain yakni penguatan hubungan bilateral, komitmen bersama untuk menghormati dan menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional masing-masing negara.Serta berkomitmen menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.
Muzani menambahkan bahwa hubungan diplomatik resmi Indonesia dan Tiongkok yang telah berjalan lebih dari 75 tahun sejatinya berakar dari interaksi antarmasyarakat (people-to-people contact) yang sudah terjalin ratusan tahun di Nusantara.
“Hubungan sejarah kita sangat panjang. Salah satu bukti sejarah adalah ekspedisi maritim Laksamana Cheng Ho pada tahun 1405 yang mengunjungi Aceh, Palembang, Semarang, Cirebon, Gresik, hingga Surabaya. Laksamana Cheng Ho tidak hanya membangun interaksi budaya dan perdagangan, tetapi juga diyakini menjadi salah satu tokoh yang turut menyebarkan agama Islam di Nusantara,” jelasnya.
Menurut Muzani, fondasi sejarah dan ikatan kebudayaan yang kuat menjadikan hubungan kedua negara tetap kokoh sebagai sahabat dan mitra strategis meski sempat melewati dinamika zaman.
Di akhir pertemuannya, Ketua MPR RI juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Ketua CPPCC Wang Huning, yang ditanggapi dengan titipan salam balik untuk Presiden Prabowo. Kedua pihak berharap tradisi saling berkunjung antar-pimpinan lembaga dapat terus dipertahankan guna mempererat kolaborasi di masa mendatang.
Selesai










