Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, meyakini rangkaian lawatan diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, akan membawa dampak positif nyata bagi perekonomian nasional.
Eddy menyoroti dua fokus utama dari kunjungan tersebut, yakni penguatan ketahanan energi serta agenda konservasi lingkungan di Tanah Air.
Menurutnya, pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III di London memiliki makna sangat strategis. Raja Inggris tersebut dikenal luas sebagai tokoh global yang memiliki komitmen tinggi terhadap isu perubahan iklim.
“Kami meyakini pertemuan tersebut akan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Inggris dalam bidang transisi energi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pembiayaan hijau,” ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (22/01).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai kolaborasi tersebut vital bagi upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Kunci Kepercayaan Investor di Davos
Selain agenda di Inggris, Eddy juga menyambut positif kehadiran Prabowo di WEF Davos. Ia menilai pidato Presiden di forum tersebut merupakan momentum emas untuk meyakinkan komunitas internasional bahwa Indonesia serius membangun ekonomi yang tangguh dan ramah lingkungan.
“Kami yakin pidato Presiden di WEF Davos akan memberikan keyakinan kepada komunitas internasional dan para investor bahwa Indonesia serius membangun ekonomi yang tangguh, mandiri secara energi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelas Eddy.
Ia menekankan pentingnya pesan ini agar Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam peta investasi hijau global.
Butuh Tindak Lanjut Konkret
Kendati demikian, Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) ini mengingatkan bahwa kesuksesan diplomasi di panggung global harus gayung bersambut dengan kebijakan di dalam negeri.
Eddy mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan penguatan regulasi, percepatan transisi energi bersih, serta perlindungan ekosistem yang melibatkan masyarakat lokal.
“MPR RI tentu berharap seluruh hasil pertemuan dan forum internasional tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang membawa manfaat langsung bagi rakyat, memperkuat kedaulatan energi nasional, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” tutupnya.










