Elon Musk Puji Lee Kuan Yew, Sebut Pendingin Udara Kunci Kemajuan Singapura

Pengusaha terkemuka Amerika Serikat (AS), Elon Reeve Musk alias Elon Musk. (Getty Images)
Pengusaha terkemuka Amerika Serikat (AS), Elon Reeve Musk alias Elon Musk. (Getty Images)

Generasi.co, Singapura – Miliarder teknologi Elon Musk kembali melontarkan pujian kepada pendiri Singapura, Lee Kuan Yew. Kali ini, Musk menyebut Lee sebagai sosok “jenius” karena pandangannya mengenai pentingnya pendingin udara atau air conditioning (AC) bagi perkembangan negara-negara tropis.

Dilansir melalui Yahoo News, komentar itu disampaikan Musk melalui platform X pada Rabu (24/6/2026), sebagai tanggapan atas unggahan kreator konten Trung Phan yang mengangkat kembali pernyataan terkenal Lee Kuan Yew mengenai peran AC dalam transformasi Singapura.

“Lee Kuan Yew was a genius,” tulis Musk.

Unggahan tersebut mengutip wawancara Lee dengan New Perspectives Quarterly pada 2009. Dalam wawancara itu, Lee menyebut pendingin udara sebagai salah satu penemuan paling penting dalam sejarah modern karena memungkinkan pembangunan berlangsung lebih efektif di kawasan tropis.

Air conditioning was a most important invention for us, perhaps one of the signal inventions of history,” kata Lee.

It changed the nature of civilisation by making development possible in the tropics.”

Menurut Lee, sebelum penggunaan AC meluas, masyarakat di daerah beriklim panas dan lembap hanya dapat bekerja secara produktif pada jam-jam tertentu ketika suhu lebih sejuk.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa salah satu keputusan pertamanya setelah menjadi perdana menteri adalah memasang pendingin udara di gedung-gedung pemerintahan guna meningkatkan produktivitas birokrasi.

The first thing I did upon becoming prime minister was to install air conditioners in buildings where the civil service worked. This was key to public efficiency,” ujarnya.

Pernyataan Lee kembali mendapat perhatian di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa. Kenaikan suhu memicu perdebatan baru mengenai bagaimana negara-negara menyesuaikan tempat kerja, infrastruktur, dan tata kota menghadapi cuaca yang semakin ekstrem.

Pandangan Lee Kuan Yew tentang pendingin udara selama ini kerap dijadikan contoh pendekatan pragmatisnya dalam membangun negara, yakni bahwa infrastruktur yang tampak sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan efektivitas pemerintahan.

Ini juga bukan kali pertama Musk secara terbuka menyampaikan kekagumannya kepada pemimpin pendiri Singapura tersebut.