Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan RI–Korsel Saat Temui PM Kim Min-seok

Menlu Sugiono dan PM Korsel Kim Min Seok (Sumber: YONHAP News)
Menlu Sugiono dan PM Korsel Kim Min Seok (Sumber: YONHAP News)

Menlu Sugiono temui PM Korsel Kim Min-seok, bawa pesan Presiden Prabowo untuk perkuat kemitraan RI–Korsel di berbagai sektor, termasuk ekonomi.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok, di Seoul pada Kamis (21/8/2025). Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

“Saya menyampaikan pesan Presiden Prabowo tentang komitmennya untuk memperkuat kemitraan Indonesia-Korsel,” ujar Sugiono dalam pernyataannya, dikutip pada Kamis (21/8).

Sugiono menambahkan kedua negara memiliki harapan besar untuk memperluas ruang kerja sama strategis, khususnya di sektor ekonomi yang menjadi pilar penting dalam hubungan bilateral.

“Kedua negara berharap dapat memperluas kerja sama, termasuk di bidang ekonomi,” imbuhnya.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kehormatan yang dilakukan utusan khusus Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, kepada Presiden Prabowo di Jakarta pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Lee Jae-myung menyampaikan salam hangat dari Presiden Korsel kepada Presiden Prabowo, sekaligus menegaskan komitmen Seoul untuk terus memperkuat hubungan strategis kedua negara.

Selain itu, ia juga menyerahkan undangan resmi dari Presiden Korsel kepada Prabowo untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul dalam waktu mendatang.

Kemitraan Strategis Khusus antara Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin sejak 2017 dan terus berkembang pesat. Korea Selatan saat ini merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia.

Berdasarkan data terakhir tahun 2024, total volume perdagangan antara kedua negara mencapai USD20 miliar, dengan investasi Korea Selatan di Indonesia tercatat sebesar USD3 miliar.

Kunjungan Menlu Sugiono ke Seoul sekaligus menandai babak baru penguatan hubungan diplomatik dan kerja sama strategis, yang diperkirakan akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae-myung.

(BAS/Red)