Menlu Sugiono Wakili Presiden Prabowo Hadiri KTT SCO 2025 di Tianjin, Tiongkok

Menlu Sugiono Gantikan Prabowo di KTT SCO China (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menlu Sugiono Gantikan Prabowo di KTT SCO China (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Presiden Prabowo batal hadir di KTT SCO 2025. Menlu Sugiono mewakili Indonesia di forum internasional tersebut yang digelar di Tianjin, Tiongkok.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang digelar di Tianjin, Tiongkok, pada Minggu (31/8/2025).

Kehadiran Sugiono menggantikan Presiden Prabowo diumumkan sehari sebelumnya oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa Presiden memutuskan menunda kunjungan ke Tiongkok demi memantau langsung situasi dalam negeri yang tengah dinamis.

“Mewakili Presiden Prabowo, saya tiba di Tianjin untuk menghadiri 25th SCO Heads of State Council (31/08/2025). Kehadiran Indonesia sebagai Guest of the Chair merupakan pengakuan penting atas peran strategis kita di kancah global,” ungkap Sugiono dalam unggahan di Instagram pribadinya, dikutip Senin (1/9).

Dalam acara penyambutan, Presiden Xi Jinping bersama istrinya, Madam Peng Liyuan, menerima para pemimpin dan perwakilan negara peserta dalam jamuan makan malam kenegaraan yang berlangsung di Tianjin Meijiang International Convention and Exhibition Center.

Sugiono mendapat giliran berjabat tangan dan berfoto bersama Presiden Xi setelah pemimpin Laos, Thongloun Sisoulith. Ia kemudian mengikuti sesi foto bersama seluruh kepala negara, pemerintahan, dan pimpinan organisasi internasional yang menghadiri KTT tersebut.

Awalnya, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri forum internasional ini, bersama 22 pemimpin negara lain termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, PM India Narendra Modi, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Namun, agenda tersebut urung dilaksanakan.

Selain KTT SCO, Prabowo juga sebelumnya dijadwalkan menghadiri parade militer peringatan 80 tahun kemenangan Tiongkok dalam Perang Dunia II pada 3 September 2025. Namun, menurut Mensesneg, kemungkinan besar kunjungan itu juga dibatalkan.

“Bapak Presiden ingin tetap berada di Indonesia untuk memantau situasi dan mencari solusi terbaik. Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok atas ketidakhadiran ini,” jelas Prasetyo.

Tiongkok saat ini menjabat sebagai presiden bergilir SCO untuk periode 2024–2025. Forum kerja sama ini beranggotakan 10 negara tetap: China, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Uzbekistan, India, Pakistan, Iran, dan Belarus.

Selain itu, SCO juga memiliki dua negara pemantau, yakni Mongolia dan Afghanistan, serta 14 mitra dialog termasuk Turki, Mesir, dan Arab Saudi. Indonesia sendiri hadir sebagai negara undangan khusus bersama Laos, Malaysia, dan Vietnam, dalam format pertemuan “SCO Plus” yang dipimpin langsung oleh Presiden Xi Jinping.

(BAS/Red)