Pesan Prabowo di AS: Pemuda Jangan Lupa, Amerika Dukung Kemerdekaan RI

Presiden RI Prabowo Subianto /IG

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pesan khusus kepada generasi muda Tanah Air untuk tidak melupakan jejak sejarah dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap kemerdekaan Indonesia.

Menurut Prabowo, Negeri Paman Sam merupakan salah satu mitra terkuat yang telah banyak membantu Indonesia melewati berbagai fase krisis, baik secara politik maupun ekonomi, sejak awal Republik ini berdiri.

“Hal itu juga saya sampaikan kepada generasi muda Indonesia agar jangan melupakan peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam kelahiran bangsa kami, baik secara politik maupun ekonomi,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya di acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.

Prabowo menekankan bahwa kemitraan strategis antara Jakarta dan Washington memiliki akar sejarah yang panjang. Ia mencontohkan bagaimana AS beberapa kali turun tangan memberikan intervensi penting guna mendukung kedaulatan dan stabilitas RI.

“Kami tidak pernah lupa bahwa Amerika Serikat mendukung perjuangan kemerdekaan kami. Banyak kali Amerika Serikat mengintervensi membantu Indonesia di masa-masa kritis,” tuturnya.

Salah satu bukti nyata yang disorot Prabowo adalah bantuan krusial AS pada era 1960-an. Saat itu, fondasi sektor pertanian Indonesia sempat goyah akibat gejolak politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

“Pada masa kritis tahun 60-an saat pertanian kita runtuh karena gejolak di Asia Tenggara, Amerika Serikat membantu kami melalui program PL 480 (bantuan pangan). Itu sangat signifikan,” jelas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Konsisten pada Garis Bebas Aktif

Meski menyanjung kedekatan sejarah dengan Washington, Prabowo menegaskan bahwa posisinya tidak akan mengubah haluan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Ia menjamin pemerintahannya akan terus menghormati semua negara dan kekuatan besar dunia.

Bagi Prabowo, diplomasi Indonesia akan selalu berorientasi pada persahabatan universal.

“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok dan menghormati semua kekuatan besar. Saya memegang prinsip bahwa 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” tegasnya.

Kantongi Kesepakatan Rp112 Triliun

Pernyataan bersejarah ini disampaikan Prabowo di tengah rangkaian lawatan kenegaraannya untuk memacu kerja sama ekonomi bilateral.

Sebelum dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2), sejumlah korporasi Indonesia dan AS telah lebih dulu meneken kesepakatan investasi dan perdagangan senilai lebih dari US$7 miliar (sekitar Rp112 triliun).

Kesepakatan raksasa tersebut mencakup transaksi pembelian komoditas pangan seperti kedelai, jagung, dan gandum, serta kemitraan strategis di sektor energi dan mineral kritis.

Prabowo optimistis sejarah panjang ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk menciptakan kemakmuran bagi rakyat kedua negara.

“Jadi, kami berharap akan kehadiran Amerika yang lebih kuat dalam ekonomi kami. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami bekerja sangat keras demi kepentingan rakyat kami,” pungkas Prabowo.