Ahmad Muzani Gagas Tour Wayang Santri Malaysia, Diplomasi Budaya Serumpun

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: mpr.go.id)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: mpr.go.id)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani luncurkan Tour Wayang Santri Malaysia 2025 sebagai diplomasi budaya untuk perkuat ikatan Indonesia-Malaysia lewat seni tradisional Islami.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggagas Tour Wayang Santri Malaysia 2025 sebagai bentuk diplomasi budaya antara Indonesia dan Malaysia. Acara ini menghadirkan pentas seni wayang golek santri ‘Putra Satria Laras’ dari Tegal, Jawa Tengah, yang sarat nilai-nilai keislaman dan budaya tradisional.

Tour ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga bagian dari strategi soft diplomacy Indonesia dalam mempererat hubungan serumpun melalui budaya. Diplomasi semacam ini, menurut Muzani, sangat relevan di tengah masyarakat multikultural Malaysia.

“Ini adalah momentum menunjukkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus merawat ikatan sejarah dengan Malaysia. Wayang menjadi bukti bahwa dua negara serumpun bisa bersinergi melalui seni,”
ujar Muzani dalam keterangan pers, dikutip Kamis (17/7/2025).

Wayang golek santri yang dibawakan menggabungkan unsur seni tradisi dengan pesan moral dan ajaran Islam. Hal ini menjadikan pertunjukan tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik dan mendekatkan antarbudaya.

“Melalui pementasan wayang golek santri yang sarat nilai akhlak dan kepemimpinan, kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional mampu menjadi jembatan di tengah tantangan global,” tambah Muzani.

Tour Wayang Santri akan digelar di empat titik strategis di Malaysia, yaitu:

  • 19 Juli 2025: Keraton Mbah Anang, Johor Bahru
  • 20 Juli 2025: Angsana Mall, Johor Bahru
  • 26 Juli 2025: Alamis Hotel, Kuala Lumpur
  • 27 Juli 2025: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur

Pentas ini dipimpin oleh Ki Haryo Susilo Enthus Susmono, dalang muda yang dikenal karena inovasinya dalam memadukan syiar Islam dan budaya lokal lewat seni pedalangan. Ia meneruskan jejak sang ayah, almarhum Ki Enthus Susmono, yang juga maestro wayang golek dari Tegal.

“Melalui pentas wayang golek santri ‘Putra Satria Laras’ yang kami bawakan sarat pesan toleransi, kepemimpinan, dan kearifan budaya. Ini adalah kebanggaan bisa membawanya ke Malaysia sebagai jembatan budaya dua saudara serumpun,” ujar Ki Haryo Susilo Enthus Susmono.

Tour ini menargetkan audiens luas: dari kalangan diaspora Indonesia di Malaysia, komunitas seni lokal, pelajar, hingga akademisi yang tertarik pada budaya wayang sebagai warisan dunia.

Kegiatan ini juga terselenggara berkat dukungan berbagai pihak seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, BPKH, Pupuk Indonesia, Pertamina Patra Niaga, Budi Agung Sentosa, dan Eiger Adventure, yang turut mendukung promosi budaya Indonesia ke kancah internasional.

Dengan mengedepankan seni dan nilai, Tour Wayang Santri diharapkan menjadi ruang perjumpaan budaya yang menguatkan kembali persaudaraan dan kerja sama antarnegara serumpun, Indonesia dan Malaysia.

(BAS/Red)