Berawal dari Toko Kelontong, Agen46 BNI di Purbalingga Raup Ratusan Transaksi per Hari

Berawal dari Toko Kelontong, Agen46 BNI di Purbalingga Raup Ratusan Transaksi per Hari/BNI

Generasi.co, PURBALINGGA – Keberadaan BNI Agen46 terbukti membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat pedesaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kecil. Salah satu contohnya dirasakan Arif Budiman, pemilik Toko Kelontong Budi Jaya di Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, yang usahanya semakin berkembang setelah menjadi Agen46.

Sejak bergabung sebagai BNI Agen46 pada 2019, toko milik Arif tak hanya melayani penjualan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berbagai transaksi perbankan seperti tarik tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan, hingga top up.

“Saya menjadi BNI Agen46 sejak 2019. Karena saat itu di sini jarang yang pakai BNI. Kebetulan saya juga nasabah BNI, jadi oleh pihak bank diminta untuk bergabung jadi agen,” kata Arif Budiman, Rabu (3/6/2026).

Lokasi tokonya yang berdekatan dengan pabrik bulu mata menjadi keuntungan tersendiri. Ribuan karyawan perusahaan tersebut kerap memanfaatkan layanan Agen46 untuk menarik uang tunai maupun bertransaksi setelah menerima gaji.

“Bisa tarik tunai, transfer dari dan ke bank mana saja, bisa top up. Kalau karyawan pabrik gajian, mereka banyak datang ke sini, belanja sekaligus tarik tunai untuk pegangan,” ujarnya.

Dalam sehari, Agen46 milik Arif melayani sekitar 200 transaksi. Tingginya kebutuhan uang tunai bahkan membuatnya harus beberapa kali mendatangi Kantor BNI Cabang Purbalingga untuk menambah persediaan dana.

Berkat tingginya aktivitas transaksi, Arif mengaku omzet tokonya ikut meningkat. Pada 2020, ia memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari BNI untuk memperluas toko dan menambah ragam barang dagangan.

Hasilnya, luas tokonya bertambah hingga dua kali lipat dan kini menjadi salah satu toko kelontong terbesar dan teramai di wilayah tersebut.

Selain layanan perbankan, Arif juga aktif mengedukasi pelanggan untuk menggunakan transaksi non-tunai melalui QRIS BNI.

“Saya arahkan ke QRIS agar tidak ribet kembaliannya, terutama uang receh. Pembeli juga terbantu karena kadang tidak membawa uang tunai, cukup scan QRIS pakai handphone,” katanya.

Menurut Arif, penggunaan QRIS juga lebih aman karena seluruh transaksi tercatat secara real time melalui aplikasi BNI Merchant.

Sementara itu, Kepala Kantor BNI Cabang Purbalingga, Irsal Lubis, mengatakan BNI terus mendorong inklusi keuangan melalui berbagai layanan, mulai dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), program FLPP KPR Bersubsidi, hingga pengembangan layanan digital seperti Agen46, QRIS dan mobile banking.

Sebagai bank milik negara, kata Irsal, BNI memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses keuangan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Ia menjelaskan, pelaku usaha yang ingin mengakses KUR dapat memperoleh proses pengajuan yang relatif cepat sepanjang seluruh persyaratan dan data yang dibutuhkan telah lengkap.

“Sepanjang data-data yang diperlukan lengkap, prosesnya tidak lama, dalam seminggu sudah bisa diberikan keputusan,” ujar Irsal.

BNI juga terus memperluas layanan melalui jaringan Agen46 yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang, mulai dari transfer, pembayaran listrik, internet, cicilan kendaraan, hingga pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Berdasarkan data nasional, hingga akhir 2025 jaringan BNI Agen46 telah mencapai sekitar 218.000 hingga 226.000 agen dengan total 111,1 juta transaksi. Jaringan tersebut menjangkau 6.174 kecamatan di seluruh Indonesia dan melayani sekitar 21,4 juta rekening nasabah.

Menurut Irsal, penguatan digitalisasi dan inklusi keuangan menjadi bagian dari upaya BNI untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.