Generasi.co, PALU – SMAN Model Terpadu Madani Palu berhasil menjadi juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan akan mewakili daerah itu pada ajang nasional di Jakarta.
Penetapan tersebut diumumkan usai babak final LCC Empat Pilar MPR RI yang digelar di Birobuli Utara, Palu Selatan, Senin (22/6/2026), dan ditinjau langsung oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, S.H.
Dalam babak final, SMAN Model Terpadu Madani Palu yang tergabung dalam Grup A meraih 135 poin. Sementara SMAN 6 Palu (Grup B) memperoleh 80 poin dan SMAN 1 Tolitoli (Grup C) mengumpulkan 40 poin.
“Dengan demikian, Grup A dari SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu ditetapkan sebagai Juara I Provinsi Sulawesi Tengah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tahun 2026, dan berhak mewakili Provinsi Sulawesi Tengah ke tingkat nasional di Jakarta,” ujar salah satu juri, Dr. Sintiadewi Mateka, S.Sos., M.A.P.
Abcandra mengapresiasi tingginya antusiasme pelajar dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah yang mengikuti perlombaan tersebut. Menurutnya, ajang itu menjadi ruang bagi para pelajar daerah untuk memperluas wawasan dan memperoleh pengalaman di tingkat nasional.
Ia menegaskan LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan instrumen penting untuk memperkuat pemahaman kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Menurut Abcandra, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menghafal materi Empat Pilar, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjaga objektivitas perlombaan, MPR RI melibatkan pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Tadulako (Untad) sebagai dewan juri, yakni Prof. Dr. Aminuddin Kasim, S.Hum., Dr. Suardi Daeng Mallawa, S.H., M.H., C.L.D., dan Dr. Sintiadewi Mateka, S.Sos., M.A.P.
Abcandra juga menginstruksikan panitia untuk memastikan seluruh perangkat teknis, termasuk earphone dan sistem tombol, berfungsi dengan baik agar setiap dinamika dalam perlombaan dapat ditangani secara transparan.
Di sela kegiatan, Abcandra berdialog dengan para siswa dan guru pendamping mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan banyak pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah mengaku telah merasakan manfaat program tersebut dan berharap pemerintah mempertahankannya.
Menurut para siswa, keberadaan MBG membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga sehingga anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk membeli buku dan kebutuhan sekolah lainnya.
Meski demikian, Abcandra mencatat masih terdapat masukan mengenai pemerataan program, terutama di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) di Sulawesi Tengah yang aksesnya dinilai masih perlu dioptimalkan.
Sebelumnya, sembilan sekolah mengikuti tahapan seleksi tingkat provinsi, yakni SMKN 1 Sojol Utara, SMAN Model Terpadu Madani Palu, SMAN 1 Mepanga, SMAN 1 Luwuk, SMAN 6 Palu, SMAN 1 Tinakung, SMAN 1 Wita Ponda, SMAN 1 Tolitoli, dan SMAN 6 Sigi.
Pada akhir kegiatan, panitia juga mengumumkan juara yel-yel terbaik, yakni SMAN 1 Wita Ponda, SMAN 6 Palu, dan SMAN 2 Luwuk.










