Ahmad Muzani Sebut Pengevakuasian Warga Gaza oleh Prabowo Bagian dari Persiapan Kemerdekaan Palestina

Foto: Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas), Edhy Soeparno, dan Abchandra Muhammad Akbar melakukan pertemuan dengan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu (18/12/2024), malam. (Istimewa)
Foto: Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas), Edhy Soeparno, dan Abchandra Muhammad Akbar melakukan pertemuan dengan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu (18/12/2024), malam. (Istimewa)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa rencana Presiden RI Prabowo mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia adalah langkah strategis dalam mendukung kemerdekaan Palestina pascaperang.

Generasi.co, Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, menyampaikan pandangannya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi sejumlah warga Gaza ke Indonesia.

Dalam keterangan Ahmad Muzani kepada media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2025), langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam membantu Palestina mempersiapkan kemerdekaannya setelah konflik berkepanjangan dengan Israel.

Muzani menekankan bahwa evakuasi tersebut bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap masa depan Palestina yang merdeka, kuat, dan mandiri.

Fokus dari evakuasi ini adalah pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga profesional yang sangat dibutuhkan dalam proses nation-building, seperti tenaga medis dan tenaga pendidik.

“Presiden Prabowo berinisiatif mengevakuasi tenaga-tenaga andal dari Gaza, seperti tenaga medis dan pendidik, untuk dilatih dan dikembangkan di Indonesia.”

“Ini adalah bagian dari strategi besar dalam mempersiapkan Palestina menjadi negara yang merdeka dan berdaulat,” ujar Muzani.

Menurut Muzani, hal tersebut merupakan bentuk kontribusi Indonesia dalam membangun fondasi kemerdekaan Palestina dari sisi manusia dan kapasitas kelembagaan.

Ia menambahkan, saat ini banyak negara tetangga Palestina, termasuk negara-negara di kawasan Timur Tengah, juga tengah mempersiapkan program bantuan rekonstruksi fisik untuk membangun kembali wilayah Palestina yang luluh lantak akibat agresi militer Israel.

“Negara-negara di sekitar Palestina sudah mulai menghitung kebutuhan anggaran yang akan dipakai untuk membangun kembali infrastruktur penting seperti rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Ini menjadi bagian dari strategi besar pascaperang,” jelas Muzani.

Sebagai negara yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina sejak era awal kemerdekaan Indonesia, Muzani menegaskan bahwa peran Indonesia tidak boleh berhenti hanya pada diplomasi.

Ia menyoroti pentingnya implementasi bantuan nyata dalam bentuk pembangunan rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah seperti masjid, yang semuanya sudah dimulai melalui berbagai inisiatif kemanusiaan dari pemerintah Indonesia maupun lembaga sosial masyarakat.

“Indonesia sejak awal selalu berada di barisan depan dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Maka dari itu, selain dukungan politik dan diplomasi, kita juga harus berperan dalam pembangunan infrastruktur dasar yang akan dibutuhkan ketika Palestina benar-benar berdiri sebagai negara merdeka,” kata Muzani.

Langkah Presiden Prabowo ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional, yang menilai bahwa Indonesia mengambil posisi strategis dalam mendukung solusi dua negara dan menciptakan perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah.

Muzani juga menekankan bahwa seluruh proses evakuasi dan pelatihan warga Gaza tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan aspek kemanusiaan, keamanan, serta kerja sama multilateral.

Ia menyebut bahwa koordinasi dengan lembaga-lembaga internasional seperti PBB, WHO, dan organisasi kemanusiaan global lainnya sangat krusial agar misi ini berjalan efektif dan terintegrasi.

Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menunjukkan kepedulian kemanusiaannya, tetapi juga memainkan peran sebagai negara besar yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan perdamaian dunia, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Rencana ini menunjukkan bahwa visi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif masih relevan hingga hari ini, terutama dalam membela kemerdekaan bangsa yang tertindas dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan global.

Prabowo Subianto, melalui kebijakan ini, sekali lagi menegaskan posisi Indonesia sebagai sahabat sejati Palestina.

(BAS/Red)