Antusiasme Tinggi, Kuota Tambahan Dibuka untuk Upacara HUT ke-80 RI di Istana

Mensesneg Prasetyo Hadi (Sumber: Instagram @prasetyo_hadi28)
Mensesneg Prasetyo Hadi (Sumber: Instagram @prasetyo_hadi28)

Lonjakan pendaftar upacara HUT ke-80 RI di Istana capai 26 ribu dalam 30 menit. Pemerintah siapkan kuota tambahan demi akomodasi antusiasme masyarakat.

Generasi.co, Jakarta – Antusiasme masyarakat terhadap Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta terbukti sangat tinggi. Hanya dalam waktu 30 menit sejak pendaftaran dibuka pada Senin (4/8/2025) pukul 11.45 WIB melalui situs https://pandang.istanapresiden.go.id, lebih dari 26.000 pengguna tercatat mengakses platform tersebut untuk memperoleh undangan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Nasional Peringatan HUT RI ke-80, mengungkapkan apresiasinya atas respons luar biasa masyarakat.

“Saya sebagai Ketua Panitia, dan sebagai penanggung jawab, yang pertama untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang kemarin telah dengan antusiasme yang sangat tinggi ikut mendaftar untuk mendapatkan undangan,” ujar Prasetyo kepada media, dikutip pada Kamis (7/8).

Pendaftar Menyebar dari Jakarta Hingga Papua

Mayoritas peminat berasal dari wilayah DKI Jakarta, diikuti oleh provinsi Jawa Barat dan Banten. Namun, antusiasme juga datang dari berbagai penjuru tanah air seperti Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, NTT, Maluku, hingga Papua.

Melihat lonjakan minat tersebut, pemerintah memutuskan untuk membuka kuota tambahan bagi masyarakat. Penambahan ini diambil dari alokasi undangan di luar 80% yang memang sudah ditujukan untuk masyarakat umum.

“Nah, tapi tentunya kita coba mengevaluasi bisa jadi nanti ada beberapa yang di luar yang 80 persen itu juga yang akan kita kurangi,” ungkap Prasetyo.

Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran Tambahan

Kuota tambahan akan dibuka untuk pendaftaran pada 7 dan 8 Agustus 2025 mulai pukul 10.00 WIB. Masyarakat yang ingin mengikuti upacara harus mengikuti mekanisme registrasi resmi dengan melengkapi data diri, email aktif, unggahan foto KTP, serta swafoto sambil memegang KTP.

Sistem ini dirancang untuk memastikan keaslian data dan menghindari upaya pemalsuan identitas. Undangan resmi akan dikirim melalui email setelah verifikasi selesai dilakukan oleh panitia.

Nuansa Kebersamaan dan Sejarah

Tingginya minat masyarakat bukan hanya karena ingin menyaksikan langsung momen pengibaran Sang Saka Merah Putih, tetapi juga karena makna historis dan emosional dari peringatan kemerdekaan di Istana Negara.

“Beliau (Presiden) juga menghendaki bahwa peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus itu nuansanya adalah, nuansanya penuh dengan kebersamaan, penuh dengan kegembiraan, penuh dengan optimisme,” ujar Mensesneg.

Upacara kenegaraan di Istana selalu menjadi momen langka yang sarat simbolisme kebangsaan, sekaligus menjadi impian banyak warga untuk merasakan langsung semangat persatuan dalam suasana sakral dan meriah.

(BAS/Red)