Datang ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Bawa Misi Silaturahmi, Demokrat Tutup Rapat Isu Koalisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan pada acara 'Zulhas Award dan Pidato Kebudayaan bertajuk Indonesia Butuh Islam Tengah' di Auditorium Utama Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (29/1/2022). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.

Jakarta, Generasi.co — Kehadiran mantan Calon Presiden RI pada Pemilu 2024, Anies Baswedan, di acara open house Lebaran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Jawa Barat, pada Sabtu (21/3/2026) menyita perhatian publik. Pasalnya, kedatangan Anies tersebut diketahui tidak berbekal undangan resmi dari pihak tuan rumah.

Menanggapi polemik tersebut, Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa kunjungan tersebut murni merupakan itikad baik dalam rangka merayakan Idulfitri, tanpa embel-embel manuver politik.

Murni Amalan Silaturahmi Lebaran

Sahrin mengapresiasi penerimaan hangat dari elite Partai Demokrat, khususnya Sekretaris Jenderal Herman Khaeron (Kang Hero), yang menanggapi kedatangan Anies dengan positif.

“Saya kira Kang Hero telah menyampaikan respons yang sangat baik. Ini konteksnya adalah silaturahmi di tengah momen Idulfitri,” ujar Sahrin, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, dari perspektif agama, menyambung tali persaudaraan adalah hal yang sangat dianjurkan. “Oleh karenanya, momentum silaturahmi ini harus dipandang sebagai bagian dari muamalat selaku muslim,” tegasnya.

Demokrat: Disambut Baik, Jangan Spekulasi Macam-macam

Di sisi lain, Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, membenarkan bahwa Anies memang tidak masuk dalam daftar tamu undangan open house SBY. Meski demikian, selaku tuan rumah, SBY dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tetap menyambut kedatangan Anies layaknya tamu Lebaran pada umumnya.

“Iya (Anies sebenarnya tidak diundang). Tapi, Pak SBY open house. Siapa saja yang datang untuk bersilaturahmi tentu disambut dengan baik. Namanya momen Lebaran,” jelas Herzaky.

Namun, Herzaky buru-buru memotong berbagai spekulasi politik yang berkembang. Ia memastikan tidak ada pembicaraan khusus, apalagi lobi-lobi politik terkait masa depan, antara SBY, AHY, dan Anies dalam pertemuan tersebut.

“Tidak perlu diartikan atau dibawa ke mana-mana. Apalagi sampai diarahkan ke rencana koalisi ke depan ataupun urusan pemilu. Kejauhan mikirnya,” sentil Herzaky.

Tegaskan Komitmen pada Kabinet Prabowo

Untuk menepis isu lebih jauh, Demokrat menegaskan kembali posisi politiknya saat ini. Herzaky menyatakan bahwa partai berlambang mercy tersebut tengah fokus penuh menyukseskan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Koalisi hari ini dengan Pak Prabowo, begitu juga dengan rencana koalisi ke depannya. Jadi, jangan dispekulasikan ke mana-mana,” pungkasnya.

Sebagai catatan, hubungan politik antara Anies Baswedan dan Partai Demokrat sempat memanas jelang Pilpres 2024. Pemicunya adalah manuver Anies yang akhirnya menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden, menyingkirkan AHY yang saat itu santer dikabarkan akan mendampingi Anies.