Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai melambat pada kuartal II hingga kuartal IV 2026 seiring berkurangnya ruang pemerintah untuk mempertahankan pertumbuhan belanja negara setinggi awal tahun.
Meski demikian, Chatib menilai kondisi ekonomi domestik saat ini masih relatif kuat dan tidak seburuk yang banyak dikhawatirkan. Ketahanan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga serta lonjakan belanja pemerintah pada kuartal pertama.
“Yang menarik adalah situasi di domestik itu enggak seburuk yang dibayangkan karena household consumption-nya masih relatif lumayan didorong Lebaran dan puasa, serta government consumption di first quarter yang mencapai hampir 22 persen,” kata Chatib dalam Grab Business Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada awal tahun banyak ditopang oleh ekspansi belanja negara yang agresif. Namun, keberlanjutan pola tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga penerimaan pajak sebagai sumber pendanaan utama.
Chatib mengingatkan, apabila penerimaan negara tidak tumbuh sesuai kebutuhan pembiayaan, pemerintah akan sulit mempertahankan laju belanja yang sama pada kuartal-kuartal berikutnya.
“Mungkin di kuartal II, III, dan IV, growth dari government spending-nya enggak mungkin di 22 persen. Maka kita akan mulai mengalami deceleration dari ekonomi domestik,” ujarnya.
Ia menilai tantangan tersebut akan semakin berat di tengah perlambatan ekonomi global yang berpotensi menekan kapasitas fiskal pemerintah.
Karena itu, menurut Chatib, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara belanja negara dan kemampuan penerimaan agar ruang fiskal tetap terjaga sepanjang tahun.
Meski memperkirakan perlambatan ekonomi mulai terjadi, Chatib menilai fondasi ekonomi yang terbentuk pada awal tahun masih menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global.
Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat serta pengelolaan fiskal yang disiplin dinilai akan menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional hingga akhir tahun.










