Deretan Fakta Maling Penembak Hansip di Cakung Ditangkap dalam Hitungan Jam

Pelaku Penembakan Hansip di Cakung/IG

Seorang petugas keamanan lingkungan (hansip) di kawasan Cakung, Jakarta Timur, tewas ditembak saat berusaha menggagalkan aksi pencurian sepeda motor. Peristiwa tragis ini terjadi Sabtu (8/11/2025) dini hari dan mengundang perhatian publik setelah pelaku penembakan berhasil ditangkap hanya dalam waktu kurang dari 12 jam.

Berikut deretan fakta lengkap di balik aksi heroik sang hansip dan cepatnya pengungkapan kasus ini:

1. Hansip Tewas Saat Gagalkan Aksi Curanmor

Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Cakung. Korban yang sedang berjaga memergoki dua pelaku pencurian sepeda motor. Saat berusaha menggagalkan aksi itu, terjadi duel antara korban dan pelaku hingga pelaku melepaskan beberapa kali tembakan.
Korban sempat berlari setelah terkena tembakan, namun akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Benar, korban meninggal dunia. Saat ini masih dilakukan penyelidikan,”
kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertofan.

2. Pelaku Diburu, Ditangkap Saat Kabur ke Lampung

Setelah kejadian, polisi bergerak cepat memburu pelaku. Dalam waktu kurang dari 12 jam, pelaku utama berhasil ditangkap saat hendak melarikan diri ke Lampung.
Penangkapan dilakukan oleh tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Pelabuhan Bakauheni.

“Pelaku dibekuk dalam kurun waktu 12 jam. Diamankan saat akan menyeberang ke Lampung,”
ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Belakangan, polisi juga menangkap pelaku kedua, hingga total dua pelaku berhasil diamankan.

3. Detik-detik Duel dan Aksi Heroik Korban

Rekan korban, Bima, menceritakan bahwa korban sempat menabrakkan motornya ke motor pelaku demi menghentikan aksi pencurian.
Setelah itu, korban dan pelaku sempat berduel jarak dekat sebelum pelaku mengeluarkan senjata api dan menembak.

“Korban langsung nabrak pelaku. Setelah itu sempat duel, dan pas denger suara letusan, saya langsung lompat kabur,” ujar Bima yang ikut berjaga malam itu.

4. Lima Saksi Diperiksa

Polisi telah memeriksa tiga hingga lima saksi, termasuk warga sekitar dan rekan korban. Mereka memberi keterangan tentang kronologi kejadian dan posisi pelaku saat penembakan terjadi.

“Sudah diambil keterangan dari sekitar lima saksi, termasuk warga dan pam swakarsa di lokasi kejadian,” jelas Budi Hermanto.

5. Identitas dan Barang Bukti Pelaku

Dua pelaku berhasil diidentifikasi sebagai Romaja alias Roma dan Pam Saputra alias Pam.
Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata api, kunci T, sepeda motor, dan pakaian yang digunakan saat kejadian.

6. Sosok Korban di Mata Keluarga

Korban dikenal sebagai pekerja keras dan tulang punggung keluarga. Belum menikah, ia bekerja serabutan dan aktif menjaga keamanan lingkungan demi membantu adik-adiknya.

“Dia bela-belain kerja buat adik-adiknya. Apa aja dia mau kerjakan,”
kata adiknya, Siti Sarah, dengan mata berkaca-kaca.

7. Disebut Sebagai Pahlawan oleh Mensos Gus Ipul

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) datang melayat ke rumah korban dan menyebutnya sebagai “pahlawan masa kini” karena gugur dalam menjalankan tugas menjaga keamanan warga.

“Almarhum ini contoh pahlawan hari ini, berjuang demi kepentingan orang lain,”
ujar Gus Ipul di lokasi.

Kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pahlawan tanpa tanda jasa yang mempertaruhkan nyawa demi keamanan lingkungan. Polisi kini terus mendalami asal-usul senjata api yang digunakan pelaku dan memastikan para tersangka mendapat hukuman setimpal.