Deretan Fakta Pusat Perbelanjaan di Jakarta Ramai-Ramai Memasang Pagar Tinggi

Kota Kasablanka/Pakuwonjati

Generasi.co, Jakarta – Fenomena pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah mal dan gedung di Jakarta menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Berikut deretan fakta di balik langkah tersebut.

1. Pagar tinggi mulai bermunculan di sejumlah mal

Perhatian publik tertuju pada pemasangan pagar besi tinggi di area luar Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan. Pagar berwarna putih itu dipasang di atas tembok yang sudah ada dengan tinggi diperkirakan sekitar dua meter dan membentang kurang dari 100 meter.

Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan lain, termasuk mal yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group.

2. APPBI: Tujuan utama untuk menertibkan akses pengunjung

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan pemasangan pagar bukan kebijakan baru maupun respons terhadap isu tertentu.

“Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar,” kata Alphonzus.

Menurutnya, sejumlah pusat perbelanjaan memang sejak awal telah memiliki pagar sebagai bagian dari desain kawasan.

3. Pagar juga menjadi batas keamanan di lokasi yang sering dilalui demonstrasi

Selain mengatur akses keluar masuk, Alphonzus mengatakan pagar berfungsi sebagai perimeter keamanan bagi pusat perbelanjaan yang berada di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik aksi demonstrasi.

“Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu batas pengaman terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung,” ujarnya.

Meski demikian, ia membantah pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan.

4. Pakuwon Group membantah terkait isu demo Agustus

Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, mengatakan pemagaran dilakukan demi keselamatan pengunjung.

Ia menjelaskan beberapa mal yang dikelola Pakuwon memiliki area terbuka yang langsung berbatasan dengan jalan raya sehingga dinilai berisiko jika pengunjung bebas keluar masuk dari berbagai titik.

“Nah, sekarang kalau semua orang nyebrang, masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri,” kata Sutandi.

Ia juga menepis anggapan bahwa pagar dipasang sebagai antisipasi terhadap potensi gejolak pada Agustus 2026.

“Pakuwon itu bukan peramal. Kita nggak tahu mau terjadi apa. Ekonomi baik-baik saja. Kita mau takut apa?” ujarnya.

5. Satpam Kokas: Bagian dari proyek Kokas 2

Petugas keamanan Mal Kota Kasablanka juga membantah pagar dipasang untuk menghadapi kemungkinan aksi unjuk rasa.

Menurutnya, pagar tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan Kokas 2 yang telah direncanakan sejak lama.

“Jadi sebetulnya pemasangan pagar itu masih masuk proyek mal Kokas 2, tapi memang baru dipasang baru-baru ini,” kata petugas keamanan yang enggan disebut namanya.

6. Pramono Anung ingin pagar nantinya dibongkar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku memahami kekhawatiran pengelola mal, tetapi menilai rasa khawatir yang berlebihan tidak baik.

“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” ujar Pramono.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan ibu kota.

“Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta,” katanya.

7. Polda Metro Jaya pastikan Jakarta tetap kondusif

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta masih aman dan terkendali.

Ia mengatakan kepolisian belum menerima surat pemberitahuan rencana aksi pada Agustus, namun Direktorat Reserse Siber tetap memantau berbagai konten maupun ajakan aksi di media sosial.

“Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan,” ujar Budi.

8. Fenomena juga terjadi di luar Jakarta

Pemasangan pagar tinggi tidak hanya terjadi di Jakarta. Sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya yang dikelola Pakuwon Group, seperti Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall, sebelumnya juga telah memasang pagar serupa.