PASURUAN, Generasi.co — Pemerintah mulai mengambil langkah berani untuk memutus rantai ketergantungan masyarakat pada bantuan sosial (bansos). Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, bersama Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, meresmikan kolaborasi strategis antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan Program Keluarga Harapan (PKH) di Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (10/3/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Menkop Ferry membagikan visi besarnya terkait program ini. Ia menegaskan bahwa agenda utama ke depan adalah mendorong transformasi besar-besaran: mengubah status masyarakat dari sekadar penerima manfaat perlindungan sosial menjadi anggota koperasi yang produktif.
“Dengan demikian, program perlindungan sosial tidak berhenti hanya pada bantuan, tetapi berlanjut menjadi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” tulis Ferry Juliantono menekankan esensi dari kolaborasi tersebut.
Dari ‘Tangan di Bawah’ Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
Integrasi antara PKH dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini dirancang sebagai landasan pacu bagi masyarakat ekonomi bawah untuk mandiri. Melalui koperasi, suntikan dana perlindungan sosial tidak lagi hanya habis untuk konsumsi harian, melainkan dapat diputar menjadi modal produktif.
Ada tiga tujuan utama dari peleburan penerima PKH ke dalam ekosistem koperasi ini:
- Membangun Usaha Bersama: Memfasilitasi masyarakat untuk memulai dan mengelola bisnis secara kolektif dengan pendampingan manajerial.
- Memperkuat Ekonomi Desa: Menjadikan perputaran uang tetap berada di tingkat desa melalui produk dan layanan yang dikelola oleh warga setempat.
- Menciptakan Kemandirian Keluarga: Membuka jalan bagi keluarga pra-sejahtera untuk tumbuh lebih mandiri, produktif, dan akhirnya terlepas dari daftar penerima bansos.
Dukungan Penuh Tokoh Daerah dan Pusat
Sinergi antara program perlindungan sosial dan gerakan koperasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Hal ini terlihat dari jajaran tokoh yang turut hadir mendampingi kedua menteri dalam acara di Pasuruan tersebut, antara lain:
- Farida Farichah (Wakil Menteri Koperasi)
- Emil Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur)
- M. Rusdi Sutejo (Bupati Pasuruan)
- Destry Anna Sari (Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop)
- Serta sejumlah Pejabat Tinggi Madya dan Pratama dari kementerian dan lembaga terkait.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Kabinet Merah Putih tidak hanya fokus pada pemberian “ikan”, tetapi mulai masif membagikan “kail” dan membangun “kolamnya” secara bersamaan melalui gerakan koperasi.










