Waketum PAN Eddy Soeparno nilai capaian 300 hari Presiden Prabowo lampaui ekspektasi, terutama program Makan Bergizi Gratis dan dampaknya ke ekonomi lokal.
Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Prabowo mengulas sejumlah capaian pemerintah dalam 300 hari pertama masa jabatannya, termasuk keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Menanggapi pidato tersebut, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menyatakan apresiasinya terhadap capaian pemerintah yang menurutnya melampaui harapan.
“Kami mengapresiasi capaian Program MBG yang melampaui ekspektasi dengan menjangkau 20 juta orang dan 5.880 SPPG sampai ke 38 provinsi. Bayangkan dengan skala luasnya Indonesia, kita berhasil mencapai angka tersebut dalam waktu 7 bulan, sementara Brazil saja butuh 11 tahun untuk menjangkau 40 juta anak,” ujar Eddy dlam keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).
Eddy yang juga merupakan Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, menyebut jangkauan MBG yang sudah menyentuh jutaan anak sekolah, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya, menjadi bukti efektivitas program ini dalam waktu yang sangat singkat.
Selain itu, menurut Wakil Ketua Umum PAN ini, implementasi MBG juga berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi lokal. Program ini menciptakan 290.000 lapangan kerja baru, sekaligus memberdayakan lebih dari 1 juta petani, nelayan, dan peternak di seluruh Indonesia.
“MBG berhasil membuka 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur masyarakat, memberdayakan 1 juta lebih petani, nelayan, dan peternak yang terbantu dengan permintaan yang tinggi dalam program ini. Seperti disampaikan Presiden Prabowo, MBG berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” lanjutnya.
Kebijakan Ekonomi Berprinsip ‘No One is Left Behind’
Terkait isu efisiensi anggaran yang disampaikan Prabowo, Eddy menjelaskan hal tersebut bukan berarti pemangkasan semata, tetapi lebih kepada realokasi dana menuju program-program pro-rakyat.
“Efisiensi anggaran yang dimaksud Presiden Prabowo adalah menyisir anggaran yang tidak efisien dan rawan, lalu kemudian dialokasikan untuk program-program Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan,” jelasnya.
Menurut Eddy, ini mencerminkan filosofi ekonomi Presiden Prabowo yang berpihak pada rakyat kecil.
“Karena itu kemudian efisiensi itu dialokasikan untuk program-program yang langsung kepada masyarakat antara lain MBG, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” sambungnya.
“Ini adalah karakter utama kebijakan ekonomi Presiden Prabowo: no one is left behind, tidak ada rakyat yang ditinggalkan,” tutup Eddy.










