Eddy Soeparno nilai pidato Presiden Prabowo di PBB sebagai sinyal kuat Indonesia siap jadi pemimpin iklim global dan ajak dunia kolaborasi hadapi perubahan iklim.
Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyampaikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara khusus menyoroti isu perubahan iklim.
Menurut Eddy, pidato tersebut mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memimpin upaya global menghadapi krisis iklim yang semakin nyata.
“Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi wake up call bagi pemimpin dunia untuk berkolaborasi mencegah dampak perubahan iklim dengan kolaborasi negara-negara dunia secara setara dan berkeadilan tanpa dominasi dari pihak mana pun,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2025).
Dalam forum yang sama, Presiden Prabowo juga memberikan respons tegas terhadap pernyataan Presiden Donald Trump, yang dalam pidatonya sebelumnya menyebut perubahan iklim sebagai ‘scam’.
“Setelah pidato Presiden Trump menyampaikan bahwa climate change sebagai scam, Presiden Prabowo langsung menyampaikan bahwa Indonesia sudah merasakan dampak langsung perubahan iklim seperti kenaikan permukaan laut di Jakarta,” ungkap Eddy.
Sikap tegas ini, lanjutnya, menunjukkan Indonesia tidak ragu mengambil posisi dalam isu global yang krusial. Eddy yang juga dikenal sebagai advokat isu lingkungan dan energi terbarukan menekankan komitmen Presiden Prabowo bukan sebatas retorika.
“Pesan yang sangat kuat dan tegas dari Presiden Prabowo adalah menghadapi perubahan iklim bukan dengan slogan, tetapi langkah nyata. Bahkan Presiden menyampaikan akan berupaya mencapai target net zero emissions lebih cepat dari yang ditargetkan pada 2060 mendatang,” jelasnya.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan iklim pemerintah, Eddy menegaskan MPR RI siap mengawal langkah-langkah transisi energi yang berkeadilan.
“Kami di MPR mendukung penuh langkah Presiden Prabowo untuk melakukan transisi dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil menuju pembangunan berbasis energi terbarukan, serta memberdayakan masyarakat lokal dengan pekerjaan hijau berkualitas untuk masa depan,” tambahnya.
Di tingkat legislatif, Fraksi PAN telah mengambil langkah konkret dengan mendorong Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Perubahan Iklim (RUU PPI) agar masuk dalam prioritas nasional.
“Alhamdulillah, berdasarkan rapat paripurna kemarin, RUU PPI sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas untuk tahun 2026. Semoga RUU ini nantinya akan seiring sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo menghadapi dampak perubahan iklim,” pungkas Eddy.










