Ekspansi Sektor Riil, Menkop Ferry Juliantono Targetkan Ekonomi Syariah Bangun Pabrik dan 32 Ribu Ritel Merah Putih

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono/IG

Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendesak percepatan transformasi ekonomi syariah di Indonesia. Ia menargetkan ekonomi keumatan tidak lagi hanya berkutat di sektor keuangan, melainkan harus segera berekspansi secara masif ke sektor riil dan industri berskala nasional.

Pernyataan strategis tersebut disampaikan Ferry melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (14/3/2026). Ia menekankan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi sumber pendanaan syariah yang sangat kuat, sehingga sudah saatnya modal tersebut diubah menjadi aset produktif.

“Sudah saatnya kita melangkah lebih jauh. Kita memiliki sumber keuangan yang kuat, pertanyaannya: masa kita tidak bisa membangun pabrik-pabrik kita sendiri?” tegas Ferry.

Ia mendorong agar pembiayaan syariah dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak pelaku usaha dan debitur yang produktif. Fokus utamanya adalah membangun industri yang memproduksi kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti pabrik roti, pabrik kecap, dan komoditas pangan lainnya.

Siapkan Jaringan Distribusi Raksasa: 32 Ribu Gerai Koperasi Merah Putih

Guna memastikan rantai pasok terjamin dan pabrik-pabrik baru tersebut memiliki pasar yang pasti, Kementerian Koperasi tengah membangun ekosistem distribusi ritel yang sangat masif.

Ferry memaparkan data progres kesiapan infrastruktur ritel tersebut:

  • Kondisi Saat Ini (Maret 2026): Telah beroperasi sekitar 2.200 gerai ritel.
  • Target Ekspansi (Mei 2026): Ditargetkan melonjak menjadi lebih dari 32.000 gerai ritel di seluruh Indonesia.
  • Jaringan Pendukung: Ekspansi ini berada di bawah naungan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Artinya, kita memiliki kekuatan puluhan ribu outlet yang siap menampung dan menjual produk-produk hasil produksi kita sendiri,” jelasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari cetak biru pemerintah untuk 25 tahun ke depan demi mengubah paradigma ekonomi syariah di Tanah Air.

“Inilah saatnya ekonomi umat naik kelas dari sekadar konsumen menjadi produsen yang menggerakkan industri nasional,” pungkas Ferry.