Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait pengelolaan aset bangsa. Ia menyoroti masih lemahnya penjagaan terhadap kekayaan nasional yang mengakibatkan banyak dana dan aset negara bocor hingga dilarikan ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya di hadapan ribuan jemaah saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/2).
Prabowo mengungkapkan, setelah mempelajari berbagai data dan fakta sejak resmi menjabat, ia menemukan persoalan serius dalam tata kelola kekayaan negara. Menurutnya, anugerah sumber daya alam yang melimpah belum dijaga dengan amanah oleh sebagian elite bangsa.
“Ternyata saya menemukan terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga. Terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri, terlalu banyak yang hilang dari tanah kita, dan terlalu banyak yang dibawa lari ke luar negeri,” tegas Prabowo dengan nada tinggi.
Mandat Konstitusi: Melindungi dari Kemiskinan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo merefleksikan kembali sumpahnya saat dilantik pada 20 Oktober 2024. Ia menegaskan kewajibannya menjalankan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya mandat untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
Prabowo memaknai perlindungan tersebut secara luas. Baginya, ancaman terhadap bangsa tidak hanya bersifat fisik atau militer, tetapi juga berupa ancaman kemiskinan, kelaparan, serta minimnya akses pendidikan dan kesehatan.
“Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa (yang benar), baru kita bisa sungguh-sungguh sejahtera,” ujarnya.
Perang Melawan Manipulasi
Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya untuk tidak ragu dalam menindak tegas segala bentuk penyelewengan. Ia berjanji akan melawan praktik korupsi, penipuan, dan manipulasi yang selama ini menggerogoti kesejahteraan rakyat.
“Pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, dan pengerukan terhadap kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan tidak akan mundur setapak pun,” janji Prabowo.
Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghilangkan kemiskinan. Ia menyuntikkan optimisme bahwa jika kekayaan negara dikelola dengan berani dan jujur, Indonesia mampu mencapai kemakmuran yang merata.
“Kalau kita berani, pandai, dan bertekad, Insya Allah kekayaan kita cukup untuk seluruh rakyat Indonesia hidup sejahtera,” pungkasnya.










