Generasi.co, Jakarta – Pakar hukum nasional, Prof. Dr. Henry Indraguna, S.H., M.H., menanggapi serius tuduhan yang beredar terhadap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Ia menyebut serangan tersebut bukan hanya menyasar individu, melainkan juga merupakan bagian dari skenario yang lebih besar untuk melemahkan struktur kekuasaan di sekitar Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Rabu, 16 April 2025, Henry menyatakan bahwa tuduhan terhadap Dasco merupakan bentuk fitnah dan pencemaran nama baik, yang tidak memiliki dasar hukum dan data valid.
Menurutnya, hal ini telah memenuhi unsur Pasal 433 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru.
“Tuduhan terhadap Dasco jelas merupakan bentuk penghinaan yang menyerang kehormatan dan martabat seseorang. Lebih-lebih karena dilakukan kepada seorang pimpinan DPR RI yang merupakan simbol negara,” ujar Henry.
Mengenal Sosok Sufmi Dasco Ahmad
Henry Indraguna yang juga dikenal sebagai politikus Partai Golkar menuturkan bahwa ia mengenal Sufmi Dasco Ahmad sebagai figur politikus yang memiliki rekam jejak intelektual dan etika yang sangat baik.
Dasco disebut sebagai sosok yang cerdas, berdedikasi tinggi, dan memiliki semangat belajar luar biasa hingga dikukuhkan sebagai profesor dan dipercaya menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi.
“Tidak mengherankan jika Presiden Prabowo Subianto mempercayakan jabatan strategis kepada Dasco, yakni sebagai Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI. Ini adalah bentuk kepercayaan tinggi terhadap kapabilitas dan integritas beliau,” tambahnya.
Tuduhan Tidak Berdasar dan Berpotensi Politis
Henry menegaskan bahwa tuduhan terhadap Dasco muncul tanpa konfirmasi langsung maupun data yang sahih, bahkan disebarkan melalui media tertentu yang dianggap tidak memiliki kredibilitas jurnalistik.
Ia melihat hal ini sebagai indikasi kuat adanya upaya untuk merusak kredibilitas orang-orang yang berada di lingkaran dalam kekuasaan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Serangan seperti ini tampaknya bukan sekadar fitnah personal, tetapi sebuah upaya sistematis yang menyasar pondasi kekuasaan nasional dengan cara melemahkan tokoh-tokoh kunci yang dipercaya Presiden,” tegas Henry.
Isu yang Perlu Diwaspadai: Character Assassination Politik
Dalam dunia politik, strategi character assassination kerap digunakan untuk menjatuhkan lawan tanpa melalui jalur legal formal.
Menurut Henry, hal ini patut diwaspadai oleh seluruh elemen bangsa karena dapat mengganggu stabilitas politik nasional, terlebih ketika dilakukan terhadap pejabat tinggi negara.
“Kita harus menolak model politik kotor seperti ini. Demokrasi harus dibangun di atas etika, hukum, dan argumentasi, bukan tuduhan tanpa dasar,” kata Henry.
(BAS/Red)










