Istana untuk Anak Sekolah Kenalkan Pelajar pada Sejarah dan Simbol Negara

Ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta mengikuti program "Istana Untuk Anak Sekolah" pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Generasi.co, Jakarta – Ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta mengikuti program “Istana untuk Anak Sekolah” di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kunjungan tersebut menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, simbol kenegaraan, sekaligus menumbuhkan semangat berkontribusi bagi Indonesia.

Selama berada di kompleks Istana, para pelajar diajak mengunjungi sejumlah lokasi, di antaranya Aula Hoegeng, ruang kerja Presiden, koleksi patung, hingga lampu kristal bersejarah yang menjadi bagian dari bangunan Istana Kepresidenan.

Bagi Zhafirah Zeta, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama yang selama ini hanya bisa ia saksikan melalui televisi maupun media digital.

“Ini merupakan momen yang tidak bisa terbayarkan betapa menyenangkannya, karena ini juga pertama kali bagi saya yang biasanya hanya melihat Istana Kepresidenan itu melalui layar kaca, dari YouTube, dari TV. Ini pertama kali bagi saya menginjakkan kaki langsung di tempat yang biasanya saya hanya lihat dari TV,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Septian Ramdhany. Menurutnya, kemegahan Istana justru memotivasi dirinya untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

“Benar-benar senang banget, apalagi di sini banyak ruangan-ruangan yang terlihat sangat indah. Apalagi itu membuat semangat saya itu membara sekali ya ingin masuk ke istana ini dengan pangkat yang setara dengan pejabat-pejabat seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Shaniza Rashadya mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemerintahan setelah mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.

“Menurut aku pengalaman yang pertama untuk mengunjungi Istana Presiden juga dapat insight-insight baru, terus bisa merasakan gimana rasanya jadi menteri terus bisa ke ruang-ruang rapat,” ucapnya.

Anna Nadiatun Nabilah dan Yuge Abdihan Putra berharap pengalaman serupa dapat dirasakan anak-anak di seluruh Indonesia.

“Semoga apa yang kita rasakan dapat juga dirasakan oleh anak-anak seluruh Indonesia tanpa terkecuali,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, Zhafirah mengajak generasi muda untuk berani menyampaikan ide dan inovasi demi masa depan bangsa.

“Ayo kita kuatkan lagi semangat kita bersama-sama, kita berani untuk menyuarakan ide-ide kita, inspirasi kita, inovasi kita untuk negara Indonesia ke depannya,” katanya.

Guru pendamping SMAN 55 Jakarta, Reisti Hudatul, menilai program “Istana untuk Anak Sekolah” memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi para siswa. Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak pelajar Indonesia dapat mengenal Istana Kepresidenan secara langsung.

“Harapan kami program ini terus berlanjut, sehingga banyak murid dapat mengambil pelajaran, dan juga dapat bersama-sama untuk saling memahami bahwa Istana juga memberikan banyak peluang bagi mereka di kemudian hari,” tuturnya.

Pada peringatan Hari Anak Nasional, Reisti juga menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar terus mengejar cita-cita.

“Selamat Hari Anak Nasional, kepada anak-anak di Indonesia, jangan pernah berhenti untuk bermimpi, terus berjuang dan mencapai cita-cita,” pungkasnya.