Generasi.co, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan target utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah tidak ada satu pun anak yang keracunan. Ia mengakui angka gangguan kesehatan akibat MBG di Indonesia masih relatif tinggi.
Menurut Sudaryono, tingkat gangguan kesehatan program makan gratis diukur lewat Index Per Million Serving (IPMS), yakni jumlah orang yang sakit perut untuk setiap satu juta porsi. Pada Januari hingga 2025, IPMS MBG tercatat 5,3. Angka itu turun menjadi 3,9 pada Januari hingga Juli, dan diperkirakan berada di kisaran 3,6 untuk periode Juli hingga Oktober.
“Masih relatif tinggi,” ujarnya. Sudaryono menyampaikan hal itu melalui akun Instagram miliknya.
Sebagai pembanding, ia menyebut IPMS di Amerika Serikat nyaris nol, yakni 0,1. Di Jepang, angkanya kurang lebih satu orang per satu juta porsi, sedangkan di Uni Eropa 1,3.
“Kami harus segera solve bagaimana caranya tidak boleh ada satu anak pun yang keracunan. Itu adalah target kita paling utama,” kata Sudaryono.
Ia menggambarkan upaya BGN seperti bermain ular tangga. Berbagai kebijakan telah dibuat untuk memperbaiki operasional dapur, pengawasan, layanan pelanggan, pelayanan, dan menu. BGN, kata dia, sudah naik tangga hingga hampir mencapai garis akhir.
“Mau finish, kena ular, karena keracunan langsung turun lagi. Itu yang kami alami, jadi kami ini desperately,” ujarnya.
Sudaryono meminta dukungan, masukan, kritik, dan saran dari publik agar Indonesia dapat mencapai level seperti Amerika Serikat.
“Doakan kami, dukung kami, kasih masukan, kasih kritikan, kasih saran, kasih apa pun itu bagaimana caranya kita bisa sampai di level Amerika nol. Kita ingin nol, tidak boleh ada satu orang pun mengalami gangguan kesehatan karena MBG,” tuturnya.










