Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno serukan makna kemerdekaan sebagai upaya memenuhi hak rakyat atas lingkungan sehat.
Generasi.co, Jakarta – Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 mengusung tema ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Tema ini diangkat untuk menumbuhkan semangat optimisme dalam pembangunan nasional sekaligus mempertegas makna kemerdekaan bagi seluruh elemen bangsa.
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menilai peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momentum penting untuk menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Maju harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak dasar rakyat, terutama hak atas lingkungan hidup yang sehat.
“Kemerdekaan adalah mensyukuri perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk masyarakat. Sejarah kita rayakan, masa depan lebih baik kita persiapkan,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Minggu (17/8/2025).
Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Eddy mengingatkan salah satu amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 adalah hak setiap warga negara untuk hidup di lingkungan yang bersih dan sehat.
“Merdeka dari penjajahan sudah diperjuangkan para Pahlawan. Sekarang waktunya kita berjuang untuk merdeka dari polusi udara dan pencemaran lingkungan. Termasuk di dalamnya memenuhi hak rakyat untuk lingkungan hidup yang sehat,” lanjutnya.
Eddy menyoroti krisis sampah yang belakangan ini menjadi isu lingkungan, sosial, dan kesehatan yang kompleks. Ia menilai penanganan masalah sampah harus menjadi prioritas dalam mewujudkan kemerdekaan sejati di era modern.
“Beberapa hari ini kita melihat bagaimana krisis sampah meluas bukan hanya menjadi krisis lingkungan tetapi juga kesehatan dan sosial. Mulai dari longsoran gunungan sampah yang memakan korban hingga protes masyarakat terhadap pemindahan TPA,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya konkret, Eddy memimpin inisiatif di lingkungan MPR untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah. Inisiatif ini melibatkan sinergi anggaran, dukungan dari pemerintah pusat, serta penerapan teknologi Waste to Energy (WTE).
“Karena itu di MPR kami memulai inisiatif untuk membantu Pemerintah Daerah mengatasi masalah sampah khususnya memastikan kesiapan anggaran, dukungan pemerintah pusat dan juga pengelolaan sampah dengan penerapan Waste to Energy melalui dukungan pembelian listrik dari PLN,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, Eddy berharap kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara simbolik, tetapi juga melalui langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat, termasuk lewat perlindungan terhadap lingkungan.










