Pimpinan MPR Sebut Sekolah Rakyat Strategi Jitu Pengentasan Kemiskinan

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Arcandra Muhammad Akbar apresiasi percepatan program Sekolah Rakyat Era Presiden Prabowo/Kemensos

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Arcandra Muhammad Akbar, memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Sosial (Kemensos) atas langkah cepat dalam mengakselerasi program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Arcandra menilai Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) beserta jajarannya berhasil menerjemahkan visi besar Presiden menjadi kebijakan yang konkret, terstruktur, dan berkelanjutan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Arcandra saat mendampingi audiensi jajaran kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Tengah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (15/01).

“Tiga mandat utama Presiden, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial, dan program Sekolah Rakyat, dapat berjalan secara berkesinambungan,” ujar Arcandra.

“Ini adalah hal luar biasa yang dilakukan Mensos dan Wamensos dalam menerjemahkan Asta Cita Presiden,” tegasnya.

Strategi Pengentasan Kemiskinan

Menurut pimpinan MPR dari unsur DPD RI ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan biasa. Ia melihatnya sebagai bagian dari strategi integratif negara untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Arcandra berharap momentum ini terus dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lapisan terbawah yang paling membutuhkan.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menyambut baik dukungan MPR dan menegaskan bahwa program ini adalah persembahan Presiden Prabowo untuk rakyat termiskin. Gus Ipul juga menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada validitas data.

“Sekolah Rakyat adalah persembahan Presiden Prabowo untuk rakyat paling miskin. Anak disekolahkan, dan ketika lulus, orang tuanya naik kelas dan tidak lagi menerima bansos,” tutur Gus Ipul.