Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan kronis bangsa dalam 20 bulan pertama masa pemerintahan. Menurutnya, berbagai kebijakan strategis yang diambil mulai menunjukkan hasil di sejumlah sektor.
Prabowo mengatakan dalam buku yang dibagikan kepada para peserta Sidang Kabinet Paripurna tercatat 108 persoalan kronis berhasil diselesaikan dalam 18 bulan pertama pemerintahan. Setelah memasuki bulan ke-20, jumlah persoalan yang ditangani diyakini terus bertambah.
“Dalam buku yang sudah dibagikan kepada saudara-saudara, telah dicatat 108 masalah kronis bangsa yang kita pecahkan melalui berbagai keputusan pada 18 bulan pertama pemerintahan. Sekarang pemerintahan kita telah berjalan 20 bulan. Tentu sudah lebih banyak lagi persoalan yang kita selesaikan,” ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Salah satu capaian yang disoroti Presiden adalah berdirinya Bank Emas Indonesia. Ia menyebut bank tersebut, yang didirikan setahun lalu, kini telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS.
“Dalam 1 tahun, bank yang kita dirikan 1 tahun yang lalu, sekarang sudah mengelola emas senilai 20 miliar dolar. Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang, ini akan juga meningkat. Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia,” katanya.
Di bidang reformasi hukum, Prabowo mengatakan pemerintah telah menaikkan gaji hakim setelah tidak mengalami penyesuaian selama 12 tahun. Pemerintah juga memprioritaskan penyediaan perumahan bagi hakim untuk memperkuat kehormatan, kesejahteraan, dan integritas lembaga peradilan.
Presiden juga menyoroti kebijakan pengampunan kredit macet bagi pelaku UMKM yang mulai diberlakukan sejak November 2024. Menurutnya, kebijakan tersebut memungkinkan para pelaku usaha kecil kembali menjalankan usahanya.
Selain itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi desa melalui pembangunan jembatan desa, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Prabowo mengungkapkan lebih dari seribu Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi. Pemerintah menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 30 ribu unit yang beroperasi pada akhir 2026.
Ia menjelaskan koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga akan dilengkapi gudang, cold storage, armada distribusi, gerai, bengkel alat dan mesin pertanian, hingga menjadi penyalur barang-barang subsidi.
“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa,” ujarnya.
Prabowo menegaskan berbagai capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat kemandirian, ketangguhan, dan kedaulatan Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan terus mempercepat pelaksanaan program-program strategis agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata oleh masyarakat.










