Prabowo Klaim Program MBG Berhasil 99,99 Persen, Kasus Keracunan Hanya 0,005 Persen

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan layanan bank emas pertama di Indonesia di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025). (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan layanan bank emas pertama di Indonesia di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025). (YouTube Sekretariat Presiden)

Generasi.co, Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dijalankan pemerintah mencatat tingkat keberhasilan hingga 99,99 persen.

Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 5 Mei 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui adanya laporan kasus keracunan makanan dalam program MBG.

Namun jumlahnya sangat kecil dibandingkan dengan total penerima manfaat yang mencapai jutaan orang.

“Hari ini memang ada yang keracunan. Yang keracunan sampai hari ini dari 3, sekian juta penerima manfaat, kalau tidak salah di bawah 200 orang. Yang dirawat inap hanya lima orang,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan persentase kasus keracunan tersebut hanya sekitar 0,005 persen dari total peserta program.

Sementara itu, keberhasilan pelaksanaan program MBG mencapai angka 99,99 persen.

“Jadi bisa dikatakan yang keracunan atau yang perutnya tidak enak hanya 200 orang dari tiga koma sekian juta.”

“Kalau tidak salah, itu sekitar 0,005 persen. Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen,” jelas Prabowo.

Kepala Negara menilai angka tersebut sebagai capaian yang membanggakan dan mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program MBG secara menyeluruh dan terukur.

“Di mana ada usaha manusia, di bidang pekerjaan apa pun, kalau berhasil 99,99 persen, itu sudah oke dong,” ungkap Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang ada.

Ia meminta seluruh jajaran terus melakukan evaluasi hingga akhir tahun 2025.

“Walaupun kita tidak boleh cepat puas, Pak Dadan, ya. Kita harus lihat nanti Desember 2025,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas komitmen BGN dalam menjalankan program MBG, termasuk target ambisius untuk mencapai zero penyimpangan dan zero kesalahan.

“Tapi saya hargai karena Kepala BGN dan jajaran mengatakan ‘Pak, sasaran kita adalah zero penyimpangan, zero kesalahan.’ Dan kita mengerti, itu tidak gampang,” sambungnya.

Program MBG merupakan salah satu program unggulan Prabowo-Gibran dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia melalui penyediaan makanan bernutrisi secara gratis di sekolah-sekolah.

(BAS/Red)