Generasi.co, Manila – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide membahas penguatan kerja sama di bidang akuakultur, transisi energi, dan perlindungan lingkungan dalam pertemuan di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan negara mitra dialog (AMM/PMC) di Manila, Kamis (23/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat mendorong peningkatan kerja sama sektor akuakultur, termasuk pengembangan teknologi serta praktik perikanan yang berkelanjutan.
Sugiono juga mendorong penguatan kemitraan di bidang transisi energi guna mendukung agenda kemandirian energi dan pupuk nasional.
“Dalam hal ini, Indonesia terus mendorong kerja sama di bidang investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi dengan Norwegia,” kata Sugiono dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (26/7/2026).
Selain isu energi, Sugiono menyampaikan apresiasi atas kemitraan Indonesia dan Norwegia di sektor kehutanan yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap perlindungan hutan serta aksi penanganan perubahan iklim.
Kedua menteri juga membahas peluang kerja sama melalui pemanfaatan izin citra satelit untuk mendukung pemantauan hutan, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan.
Menlu Norwegia Espen Barth Eide menegaskan Indonesia memiliki peran penting sebagai salah satu paru-paru dunia sekaligus mitra strategis dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.
Pada kesempatan yang sama, Sugiono dan Eide turut membahas penguatan multilateralisme serta reformasi sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Indonesia terus mendorong reformasi multilateral yang komprehensif untuk menjadikan PBB semakin responsif, efektif, dan mampu menjawab tantangan global,” ujar Sugiono.










