Dalam peringatan KAA ke-70, Presiden Prabowo tegaskan komitmen memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama strategis Indonesia dan China.
Generasi.co, Jakarta – Perdana Menteri China Li Qiang berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5). Dalam kunjungan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti kedekatan sejarah yang telah lama terjalin antara Indonesia dan China.
Kunjungan ini juga bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara dan juga memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika yang diadakan di Bandung pada 1955.
“Ini suatu kunjungan yang sangat penting menurut kami karena kunjungan Yang Mulia menegaskan persahabatan yang baik, yang erat, antara Republik Rakyat Tiongkok (China) dan Republik Indonesia, juga lebih penting antara rakyat Tiongkok dengan rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo kepada PM Li, dikutip dari Antara, Senin (26/5).
Presiden menegaskan hubungan antara Indonesia dan China berakar jauh sejak masa kerajaan, dan kini kedua negara telah menjadi mitra strategis dengan hubungan kerja sama yang komprehensif. Ia juga menekankan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mempererat kerja sama ini demi manfaat bersama.
“Saya tegaskan kembali komitmen kami untuk memperkuat kemitraan ini dengan Republik Rakyat Tiongkok dan dengan bangsa Tiongkok. Kami memandang hubungan ini akan membawa kebaikan, tidak hanya kepada kedua negara kita, tapi kepada seluruh kawasan Asia dan bahkan mungkin juga dunia,” tambahnya.
Sejarah panjang hubungan diplomatik Indonesia dan China dimulai sejak 13 April 1950. Pada masa awal hubungan ini, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang sangat penting.
Dalam konferensi tersebut, Perdana Menteri China saat itu, Zhou Enlai, memainkan peran utama sebagai pimpinan delegasi China. Ia turut memastikan kesuksesan acara yang memperkuat solidaritas antara negara-negara Asia dan Afrika serta dukungan terhadap gerakan dekolonisasi dan non-blok.
Kunjungan PM Li Qiang ke Istana Merdeka hari ini dilakukan atas undangan Presiden Prabowo. Dalam kesempatan tersebut, keduanya memimpin pertemuan bilateral untuk memperkuat kerja sama antar pemerintah.
Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Selain itu, hadir pula Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Stella Christie, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun.
(BAS/Red)










