Presiden Prabowo Subianto Dorong Kolaborasi Temasek dan Danantara untuk Percepat Transisi Energi

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Singapura (Sumber: Tim Media Presiden)
Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Singapura (Sumber: Tim Media Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengajak Temasek Holdings untuk bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam sektor energi terbarukan dan infrastruktur rendah karbon.

Generasi.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak Temasek Holdings, perusahaan investasi global milik pemerintah Singapura, untuk menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Parliament House, Singapura, Senin (16/6/2025).

“Kami menantikan kerja sama erat antara Temasek dan Danantara di semua sektor, terutama sektor energi terbarukan,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini dapat mencakup pengembangan wilayah industri Batam, Bintan, dan Karimun dalam sektor energi rendah karbon dan infrastruktur penting.

Danantara, yang diluncurkan pada 24 Februari 2025, merupakan sovereign wealth fund Indonesia yang bertujuan untuk mengelola aset negara secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan portofolio lebih dari $900 miliar, Danantara diharapkan dapat memperkuat daya saing Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia di pasar global, khususnya dalam sektor energi dan infrastruktur.

Prabowo menekankan Danantara bukan hanya sebuah badan pengelola investasi, melainkan instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Indonesia demi kesejahteraan rakyat.

Dengan menggandeng Temasek, yang memiliki pengalaman dalam mengelola aset negara secara transparan dan efisien, diharapkan kerja sama ini dapat mempercepat transisi energi Indonesia menuju sumber energi terbarukan dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Temasek dan Danantara diharapkan dapat menjadi model kemitraan strategis yang tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

(BAS/Red)