LAMONGAN, Generasi.co — Pondok pesantren kini tidak lagi sekadar menjadi pusat pendidikan agama, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mandiri. Hal ini dibuktikan oleh Pondok Pesantren Sunan Drajat di Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, secara resmi membuka Sundra Family Care, sebuah unit usaha ritel dan pasar swalayan yang dikelola langsung oleh Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat.
Melalui pernyataan resminya, Menkop Ferry memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif ini. Menurutnya, inisiatif Kopontren Sunan Drajat adalah contoh nyata dan sukses dari strategi diversifikasi usaha di lingkungan pesantren.
Bangun Ekosistem Terintegrasi: Dari Hulu ke Hilir
Sundra Family Care bukan sekadar minimarket biasa. Tempat ini menjadi ujung tombak pemasaran (hilir) dari berbagai produk yang dihasilkan sendiri oleh para santri dan masyarakat sekitar (hulu).
Beberapa produk lokal yang langsung dipasarkan di etalase Sundra Family Care meliputi:
- Hasil Hortikultura: Sayur-mayur dan buah-buahan segar hasil kebun pesantren.
- Hasil Peternakan: Produk protein seperti telur yang dipasok dari peternakan mandiri.
- Kebutuhan Harian: Berbagai barang konsumsi pokok untuk masyarakat umum.
“Model seperti ini menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga mampu membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dari produksi hingga pemasaran,” ungkap Ferry Juliantono memuji rantai pasok mandiri tersebut.
Jadi Cetak Biru untuk Pesantren Seluruh Indonesia
Melihat keberhasilan tata kelola hulu ke hilir ini, Kementerian Koperasi menetapkan langkah Kopontren Sunan Drajat sebagai standar emas atau role model bagi pengembangan ekonomi keumatan di Tanah Air.
“Kami di Kementerian Koperasi melihat Sundra Family Care sebagai teladan dan referensi bagi pengembangan koperasi pondok pesantren di seluruh Indonesia. Semoga langkah baik ini berjalan lancar dan dapat tumbuh di banyak daerah lainnya,” tegas Menkop.
Kehadiran Sundra Family Care diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian finansial pesantren, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memutar roda perekonomian warga Lamongan secara lebih masif.










