Generasi.co, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto memangkas harga gas industri menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan sektor industri sekaligus melindungi lapangan kerja. Menurutnya, kebijakan tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian melalui penurunan biaya produksi pupuk.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono mengatakan industri membutuhkan pasokan energi dengan harga yang kompetitif agar kegiatan produksi tetap berjalan dan tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Presiden Prabowo Subianto memahami kecemasan tersebut. Keputusan berani diambil seketika. Harga gas industri langsung dipangkas turun. Awalnya berada di angka 23 dolar AS, kini ditarik menembus 13 dolar AS. Pengusaha meminta 15 dolar AS pun, pemerintah menetapkan angka lebih rendah,” ujar Sudaryono.
Ia menjelaskan, persoalan tingginya harga gas bukan disebabkan keterbatasan cadangan gas nasional. Menurutnya, tantangan utama berada pada rantai pasok antarpulau yang masih panjang sehingga meningkatkan biaya distribusi dan membebani ongkos produksi industri.
Sudaryono juga menilai kebijakan tersebut akan membawa manfaat bagi sektor pertanian karena industri pupuk sangat bergantung pada pasokan gas sebagai bahan baku utama.
“Bagi saya pribadi, keputusan berani ini membawa angin segar bagi sektor pertanian pula. Pabrik pupuk sangat bergantung pada pasokan gas. Biaya produksi pupuk bisa ditekan drastis. Petani akan tersenyum melihat harga pupuk lebih terjangkau nanti,” katanya.
Ia meyakini penurunan harga gas industri akan membantu menjaga keberlangsungan aktivitas manufaktur sekaligus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.
“Kita tidak sedang bermimpi. Kebijakan ini menyelamatkan banyak pekerjaan. Sektor perindustrian bertahan. Pertanian ikut merasakan,” ujar Sudaryono.










