Generasi.co, JAKARTA – Selebgram Julia Prastini alias Jule ditangkap polisi terkait penyalahgunaan vape yang mengandung zat etomidate. Penangkapan pada 14 September 2026 itu merupakan hasil pengembangan kasus dua perempuan terduga pengedar yang lebih dahulu diringkus di Jakarta Barat.
Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Tandayu mengatakan, polisi menemukan empat cartridge vape saat menangkap Jule di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Tiga cartridge telah kosong atau bekas pakai, sedangkan satu lainnya masih berisi etomidate.
Hasil tes urine Jule menunjukkan positif etomidate. Meski demikian, polisi tidak menetapkannya sebagai tersangka. Jule berstatus pemakai dan akan menjalani asesmen serta rehabilitasi melalui Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).
Berikut tujuh fakta terkait penangkapan Jule dalam kasus penyalahgunaan vape etomidate.
1. Penangkapan Berawal dari Kasus Pengedar
Polisi lebih dahulu menangkap dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat. Keduanya diduga sebagai pengedar etomidate.
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 27 cartridge vape yang mengandung etomidate. Pemeriksaan ponsel RR dan RN kemudian mengungkap komunikasi serta bukti transaksi dan pengiriman kepada Jule.
“Yang pertama kali ditangkap itu adalah inisial dari RR dan RN. Dua perempuan itu lalu ketika kita melakukan penangkapan, di situ terdapat transaksi maupun bukti pengiriman kepada JP dan kemudian kita kembangkan kepada JP,” kata Michael.
2. Jule Ditangkap di Apartemen Jakarta Selatan
Polisi menangkap Jule pada Senin, 14 September 2026. Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta mendatangi apartemen yang ditempati Jule di kawasan Jakarta Selatan.
“Pada 14 September (2026) melakukan penangkapan terhadap salah satu selebgram berinisial JP di sebuah apartemen di Jakarta Selatan,” ujar Michael.
3. Polisi Menyita Empat Cartridge Vape
Dalam penggeledahan di apartemen Jule, penyidik menemukan empat cartridge vape. Tiga di antaranya kosong dan merupakan bekas pakai, sedangkan satu cartridge masih terisi zat etomidate.
“Di sana kami temukan terdapat 4 cartridge di mana 3-nya kosong yaitu sisa pakai, habis pakai, telah pakai, dan satunya masih full terisi yang berisikan zat etomidate,” ungkap Michael.
4. Hasil Tes Urine Jule Positif Etomidate
Polisi melakukan tes urine terhadap Jule setelah penangkapan. Hasil pemeriksaan menunjukkan urine Jule positif mengandung etomidate.
5. Jule Mengaku Baru Menggunakan Etomidate
Dalam pemeriksaan, Jule mengaku baru mencoba menggunakan etomidate sekitar dua hingga tiga minggu sebelum ditangkap.
Michael menyebut Jule menyampaikan alasan pribadi, termasuk kemungkinan stres, sebagai alasan menggunakan zat tersebut.
“Dari pengakuan maupun dari penyelidikan lebih lanjut penelusuran, JP baru memulai melakukan ini dari kurang lebih 2 sampai 3 minggu yang lalu, baru mencoba,” kata Michael.
6. Dua Teman Jule Ikut Diperiksa
Saat polisi mendatangi apartemen di Jakarta Selatan, Jule sedang bersama dua orang temannya. Polisi turut melakukan tes urine terhadap keduanya.
Hasil tes urine kedua orang tersebut negatif. Michael mengatakan keduanya tidak mengetahui aktivitas Jule terkait penggunaan etomidate.
7. Polisi Tidak Menetapkan Jule sebagai Tersangka
Polisi memutuskan tidak menetapkan Jule sebagai tersangka. Penyidik menetapkan statusnya sebagai pemakai melalui mekanisme restorative justice dan menyerahkan proses selanjutnya kepada BNNP untuk asesmen serta rehabilitasi.
“Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan yang lainnya, untuk status di kepolisian kami tetapkan sebagai restorative justice, yaitu JP itu sebagai pemakai. Selanjutnya diasesmen dan kemudian akan nanti direhabilitasi,” pungkas Michael.
Pengembangan Kasus Berlanjut ke WN China
Selain RR dan RN, polisi menangkap seorang pria warga negara China berinisial XC dalam pengembangan kasus tersebut.
Dari penangkapan XC, polisi menyita 71 vape berisi etomidate dengan model yang sama.










