Tangerang, Generasi.co — Ketua MPR RI periode 2024–2029, Ahmad Muzani, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang wajib menguasai nilai-nilai konstitusi. Hal tersebut disampaikan Muzani saat menghadiri Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Auditorium Universitas Buddhi Dharma (UBD), Tangerang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang mengangkat pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan hasil kolaborasi antara MPR RI, UBD, Perkumpulan Klenteng Boen Tek Bio (BTB), dan Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama.
Mahasiswa: Calon Pemimpin yang Harus Melek Konstitusi
Dalam sesi diskusi, Ahmad Muzani menyebutkan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari mandat MPR untuk menjaga ideologi negara di tengah tantangan zaman yang dinamis. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai dasar negara adalah modal utama bagi generasi muda yang akan memimpin Indonesia 100 tahun ke depan.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa, sehingga mereka harus memahami konstitusinya, dasar negaranya, dan ideologi negaranya. Ini tugas MPR untuk menjaga ideologi negara agar dipahami bersama oleh para agen perubahan,” ujar Muzani.
Pancasila sebagai Perekat Keberagaman
Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, menyoroti alasan pemilihan UBD sebagai lokasi kegiatan karena adanya kedekatan emosional antara Ahmad Muzani dengan Kota Tangerang. Ia menekankan bahwa di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya, Pancasila adalah satu-satunya alat pemersatu yang konkret.
Ruby juga mendorong agar mahasiswa tidak lagi bersikap skeptis atau “alergi” terhadap politik. Kehadiran tokoh nasional seperti Ketua MPR diharapkan mampu membuka pikiran mahasiswa untuk lebih aktif menyampaikan gagasan di ruang publik.
Kampus sebagai Laboratorium Kebangsaan
Rektor UBD, Limajatini, menyatakan kebanggaannya atas kehadiran Ketua MPR RI di kampusnya. Ia menilai lingkungan UBD sudah sangat universal, dihuni oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang suku dan agama, sehingga nilai-nilai toleransi sudah menjadi bagian dari keseharian civitas akademika.
Beberapa poin penguatan yang didorong pihak kampus pasca-sosialisasi ini meliputi:
- Diskusi Aktif: Mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) untuk lebih rutin menggelar diskusi kebangsaan.
- Peran Biro Kemahasiswaan: Optimalisasi BEM dan Senat Mahasiswa dalam memfasilitasi keterlibatan sosial mahasiswa.
- Wawasan Tokoh Nasional: Memberikan akses bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan tokoh bangsa guna menambah pengalaman dan pengetahuan.
“Harapannya, mahasiswa tambah wawasan dan pengetahuan. Mengenal tokoh nasional adalah kebanggaan sekaligus motivasi tersendiri bagi mahasiswa kami,” pungkas Limajatini.
4 Pilar Kebangsaan yang Disosialisasikan
- Pancasila (Dasar dan Ideologi Negara)
- UUD 1945 (Konstitusi Negara)
- NKRI (Bentuk Negara)
- Bhinneka Tunggal Ika (Semboyan Negara)










