Generasi.co, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan pemerintah akan segera memulai program penyaluran 2,5 juta genteng produksi UMKM pada Oktober-November 2026.
Sebanyak 500 ribu genteng akan dikirim dari Purwakarta, sedangkan 2 juta genteng lainnya merupakan produk UMKM Jatiwangi, Majalengka.
“500 ribu genteng akan dikirimkan bulan depan di Purwakarta, dan 2 juta genteng produk UMKM kita, itu akan kita kirim di Jatiwangi, Majalengka. Sehingga nanti masyarakat kecil UMKM juga bisa merasakan dapat pembangunan,” kata Ara dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta Pusat, Senin (14/9).
Ara mengatakan kualitas genteng produksi UMKM tersebut tidak perlu diragukan karena telah melalui proses sertifikasi.
Ia juga meminta daerah lain, khususnya Jawa Timur, mengembangkan produksi genteng UMKM agar kebutuhan pembangunan dapat dipenuhi dari produksi daerah masing-masing.
“Saya mohon juga Ibu Gubernur Jawa Timur, kalau boleh UMKM-UMKM Jawa Timur juga pasti banyak, biar dibina supaya kami bisa nanti melakukan pemesanan. Kalau bisa nanti setiap provinsi itu jangan jadi pasar, tapi jadi produser, supaya pesannya dari provinsi itu, supaya bisa menggerakkan ekonomi di tempat itu,” ujarnya.
Ara sebelumnya menyoroti penggunaan atap asbes di sejumlah daerah. Ia menyebut Jakarta dan Bangka Belitung sebagai dua wilayah dengan tingkat penggunaan asbes yang tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Ara, Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi dengan penggunaan atap asbes tertinggi, yakni 56,7 persen dari total rumah. DKI Jakarta berada di urutan kedua dengan persentase 54,6 persen.
Menurut Ara, penggantian atap asbes dengan genteng perlu dilakukan karena alasan kesehatan.
“Iya dong (diganti) karena asbes itu kan tidak sehat, ya. Yang paling tinggi itu dari data BPS, itu persentasenya ada di Jakarta dan Bangka Belitung,” kata Ara.










