Hari Kedelapan, Pencarian Arupadhatu 1 di Selat Sunda Masih Nihil

Peta Selat Sunda/BMKG

Generasi.co, Pandeglang – Operasi pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis, masih belum membuahkan hasil pada hari kedelapan, Selasa (15/9).

Tim SAR gabungan telah menyisir sejumlah sektor, termasuk perairan timur laut Pulau Panaitan hingga sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau (GAK). Namun, pencarian terhadap kapal dan delapan penumpangnya tetap nihil.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim mengerahkan perangkat sea reader dan drone untuk memverifikasi informasi mengenai dugaan keberadaan kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea reader dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil,” kata Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa petang.

Lokasi tersebut berada di sektor C pencarian, yakni kawasan perairan timur laut Pulau Panaitan menuju pesisir Gunung Anak Krakatau.

Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka dan sejumlah armada laut lainnya untuk memverifikasi informasi yang sebelumnya beredar melalui media sosial mengenai dugaan keberadaan Arupadhatu 1.

Amrad mengatakan seluruh sektor lain juga telah disisir tim SAR gabungan. Lima area sasaran pencarian, termasuk perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dan Lampung, juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal tersebut.

“Penyisiran perairan dari setiap sektor lain yang berlangsung 9-10 jam. Juga nihil,” ujar Amrad.

Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (16/9), yang menjadi hari kesembilan. Sedikitnya 20 armada kapal unsur utama SAR akan dilibatkan, termasuk kapal SAR Basarnas, kapal TNI Angkatan Laut, dan kapal Polairud Polda Banten.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga penumpang lainnya ialah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Mereka dilaporkan hilang kontak saat berlayar untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Amrad memastikan pencarian tetap mempertimbangkan faktor keselamatan tim. Pergerakan armada SAR dilakukan dengan memantau prakiraan cuaca dan gelombang laut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan rekomendasi berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).