Sudaryono: MBG Sudah Diterima 40 Juta dari 52 Juta Siswa

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono/IG

Generasi.co, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 40 juta peserta didik dari total sekitar 52 juta siswa di 580 ribu satuan pendidikan atau sekolah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan penyaluran MBG saat ini telah dilakukan di sekitar 340 ribu satuan pendidikan. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 12 juta peserta didik yang belum menerima MBG.

“Saya laporkan bahwa sama dengan sekarang ini, dari total 580.000 satuan pendidikan atau sekolah, itu kita telah memberikan MBG di 340.000. Nah kemudian peserta didiknya sekitar 52 juta,” kata Sudaryono dalam acara yang ditayangkan melalui YouTube Badan Gizi Nasional, Selasa (15/09).

Dari jumlah tersebut, sekitar 40 juta peserta didik telah menerima MBG. Sasaran program mencakup jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA.

“Saya kira ini dibawa didasmen dari mulai PAUD sama dengan SMA. Nah yang telah menerima MBG ini adalah 40 juta, jadi masih ada sekitar 12 juta yang masih belum,” ujarnya.

Selain peserta didik, MBG juga telah diterima sekitar 3,4 juta guru dan tenaga kependidikan. Jumlah tersebut berasal dari total sekitar 4,4 juta guru dan tenaga kependidikan.

“Selain itu guru dan tenaga kependidikan itu ada sekitar 4,4 juta dan sudah 3,4 guru sudah menerima MBG dalam kaitannya untuk edukasi, edukasi gizi kepada peserta didiknya,” kata Sudaryono.

Sudaryono juga meluruskan anggapan bahwa guru bertugas mencicipi makanan MBG untuk memastikan makanan tersebut tidak menyebabkan keracunan.

“Saya sampaikan bahwa oh guru itu tugasnya incip-incip yang tidak keracunan, bukan itu, bukan,” tegasnya.

Menurut dia, makanan telah melalui sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum dibagikan kepada peserta didik. Makanan dicicipi chef saat dimasak, ahli gizi sebelum dikemas, petugas saat pengemasan, serta PIC sekolah sebelum makanan dibagikan ke kelas.

“Nah jadi yang dimaksud guru itu ikut mencicipi sebenarnya bukan guru ikut mencicipi, tapi guru ikut makan MBG-nya itu bersama dengan situasi-situasi yang ada di kelas,” ujarnya.

Meski bukan bertugas mencicipi makanan, guru tetap perlu melakukan pengecekan sederhana sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Pemeriksaan meliputi kondisi dan bau makanan, kemungkinan makanan basi, label pada ompreng, serta waktu konsumsi.

Jika makanan dinilai tidak aman, guru diminta tidak membagikannya kepada peserta didik.