PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mencatatkan kinerja impresif dengan total aset menembus Rp2.829,9 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa capaian ini memperkokoh posisi perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menopang ekspansi bisnis berkelanjutan dan agenda pembangunan nasional.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan dalam keterangan resmi, Senin (16/2).
Likuiditas Solid
Pertumbuhan aset jumbo tersebut ditopang oleh fundamental likuiditas yang kuat. Bank Mandiri berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen secara tahunan.
Dari angka tersebut, struktur pendanaan didominasi oleh dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang tumbuh 12,6 persen menjadi Rp1.431,4 triliun.
Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Bank Mandiri aktif menyukseskan program prioritas nasional. Salah satunya adalah pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, perseroan juga memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma. Langkah ini selaras dengan dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Di sektor UMKM, kredit tumbuh 4,88 persen yoy. Khusus untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Mandiri telah menyalurkan Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku usaha sepanjang 2025.
Setoran Dividen dan Pajak Jumbo
Kontribusi Bank Mandiri terhadap kas negara juga tercatat signifikan. Pada 2025, total dividen yang dibayarkan mencapai Rp52,5 triliun.
Angka tersebut terdiri dari Rp43,5 triliun porsi laba tahun buku 2024 dan Rp9 triliun dividen interim dari laba 2025 yang telah dicairkan pada 14 Januari 2026 lalu.
Tak hanya dividen, setoran pajak Bank Mandiri pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp27 triliun. Jika diakumulasikan sejak tahun 2000 hingga 2025, total setoran pajak perseroan ke negara telah menembus Rp277 triliun.
“Bagi Bank Mandiri, mendukung program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab kami sebagai mitra strategis negara,” pungkas Riduan.










